kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45940,52   -22,62   -2.35%
  • EMAS952.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.46%
  • RD.CAMPURAN -0.55%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Raja Salman pecat dua bangsawan terkait kasus korupsi di kementerian pertahanan


Selasa, 01 September 2020 / 06:44 WIB
Raja Salman pecat dua bangsawan terkait kasus korupsi di kementerian pertahanan
ILUSTRASI. Raja Salman bin Abdulaziz


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - KAIRO. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud akhirnya memecat dua bangsawan dan empat perwira militer untuk penyelidikan korupsi di kementerian pertahanan Arab Saudi. Berdasarkan dekrit kerajaan yang dikeluarkan Selasa (1/9) pagi dan diberitakan oleh media pemerintah, dua bangsawan yang dipecat adalah Pangeran Fahd bin Turki bin Abdulaziz Al Saud dan Pangeran Abdulaziz bin Fahd.

Sebelum pemecatan ini, Pangeran Fahd bin Turki bin Abdulaziz Al Saud adalah komandan pasukan gabungan dalam pertempuran koalisi pimpinan Saudi di Yaman. Sedangkan putranya, Pangeran Abdulaziz bin Fahd menjabat sebagai wakil gubernur wilayah al-Jouf.

Dikatakan, keputusan tersebut didasarkan pada surat perintah yang dikeluarkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman kepada komite antikorupsi untuk menyelidiki "transaksi keuangan yang mencurigakan di kementerian pertahanan".

Baca Juga: Siswa di Arab Saudi memulai tahun ajaran baru dengan beberapa ketidakpastian

Asal tahu saja, Mohammed bin Salman, yang merupakan pewaris takhta kerajaan Arab Saudi, pada tahun 2017 meluncurkan kampanye anti-korupsi yang membuat sejumlah bangsawan, menteri, dan pengusaha ditahan di hotel Ritz-Carlton Riyadh. Sebagian besar dibebaskan setelah dikirim ke permukiman yang dirahasiakan dengan negara.

Pangeran muda tersebut menjadikan pemberantasan korupsi sebagai pilar reformasinya. Para kritikus melihat pembersihan itu sebagai langkah perebutan kekuasaan oleh putra mahkota. Ini dilakukan untuk mengesampingkan saingan mana pun untuk suksesi takhta dengan mengambil kendali aparat keamanan negara dan menindak perbedaan pendapat.

Pihak berwenang menghentikan kampanye anti-korupsi di Ritz setelah 15 bulan tetapi mengatakan pemerintah akan terus mengejar korupsi oleh pegawai negara. Pada bulan Maret, pihak berwenang menangkap hampir 300 pejabat pemerintah, termasuk militer dan petugas keamanan, atas tuduhan penyuapan dan eksploitasi jabatan publik.

Baca Juga: Saudi Aramco menemukan dua ladang minyak dan gas baru

Sebelum menjadi komandan pasukan gabungan dalam koalisi, Pangeran Fahd adalah komandan Pasukan Darat Kerajaan Saudi, unit pasukan terjun payung dan pasukan khusus, menurut harian Saudi Arab News. Ayahnya adalah mantan wakil menteri pertahanan.

Dalam keputusan tersebut juga disebutkan bahwa putra mahkota menunjuk Letnan Jenderal Mutlaq bin Salem bin Mutlaq Al-Azima untuk menggantikan Pangeran Fahd.

Koalisi melakukan intervensi di Yaman pada 2015 melawan gerakan Houthi yang berpihak pada Iran yang menggulingkan pemerintah yang didukung Saudi dari kekuasaan di Sanaa. Konflik, yang dipandang sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran, telah mengalami kebuntuan militer selama bertahun-tahun.




TERBARU

[X]
×