kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ramai-ramai perusahaan ternama mulai menghentikan beriklan di Facebook


Rabu, 01 Juli 2020 / 19:42 WIB
Ramai-ramai perusahaan ternama mulai menghentikan beriklan di Facebook
ILUSTRASI. Facebook. REUTERS/Johanna Geron/Illustration


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sejumlah perusahaan ternama seperti Coca-Cola, Starbucks mulai menghentikan beriklan di Facebook Rabu (1/7). Ini menyusul gelombang boikot yang dilakukan sejumlah perusahaan global lantaran Facebook dinilai gagal menghalau masalah ujaran kebencian di platformnya.

Teranyar pembuat mainan Lego juga mengumumkan bakal menghentikan belanja iklan daringnya setidaknya untuk sebulan ke depan. Mengutip Reuters, dalam pernyataan resminya Lego bilang bakal meninjau ulang standar kebijakan perusahaan untuk beriklan khususnya di paltform sosial media.

Baca Juga: Ini yang akan dilakukan Facebook untuk meredakan boikot iklan

Di Amerika sendiri mulai muncul kampanye Stop Hate for Profit yang dimulai pascakasus kematian George Floyd, orang Afrika-Amerika yang mati akibat tindak kekerasan polisi dan memicu sejumlah aksi protes diskriminasi rasial.

Kampanye tersebut juga mendorong sejumlah kelompok sipil di Amerika meneka patform sosial media untuk lebih aktif memoderasi konten ujaran kebencian. Facebook sebagai platform sosial media terbesar jadi sasaran utamanya.

Baca Juga: Kampanye boikot iklan Facebook segera mendunia

Aksi tersebut kemudian didukung oleh sejumlah perusahaan global, dengan melakukan boikot beriklan. Juru BIcara Facebook sendiri menyatakan dalam beberapa waktu ke depan Bos Facebook Mark Zuckerberg bakal menemui perwakilan pengusung kampanye untuk mendengar tuntutan-tuntutan mereka.

Adapun buat Facebook, aksi boikot ditaksir bakal mengganggu pemasukannya. Maklum 100 merek pengiklan terbesar di Facebook menyumbang 20% pendapatan iklannya. Sementara atas aksi ini valuasi Facebook ditaksir berkurang hingga US$ 56 miliar.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×