kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

Rekor Nikkei Ambyar? Ini Penyebab Pasar Jepang Turun!


Selasa, 09 September 2025 / 14:30 WIB
Rekor Nikkei Ambyar? Ini Penyebab Pasar Jepang Turun!
ILUSTRASI. A man looks at an electronic board displaying sector performances related to Nikkei index outside a brokerage in Tokyo, Japan, May 13, 2025. REUTERS/Kim Kyung-Hoon


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Indeks saham Nikkei Jepang ditutup melemah pada Selasa (9/9/2025), tertekan penguatan yen dan aksi ambil untung setelah sebelumnya menembus level kunci 44.000.

Nikkei 225 sempat melonjak hingga 1,24% ke level 44.185,73, angka tertinggi sepanjang sejara sebelum akhirnya ditutup turun 0,4% di 43.459,29, menghentikan reli tiga hari berturut-turut.

Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas turun 0,5%.

Saham-saham sempat menguat tajam sejak pembukaan, melanjutkan kenaikan pada Senin, karena prospek peningkatan pengeluaran pemerintah pasca pengunduran diri Perdana Menteri Shigeru Ishiba yang dikenal ketat dalam kebijakan fiskal.

“Pemerintah kemungkinan akan mengambil kebijakan fiskal yang lebih ekspansif musim gugur ini, mengingat kebutuhan untuk mendapatkan dukungan satu atau beberapa partai oposisi, yang semuanya mendorong kebijakan fiskal pro-siklus,” kata analis BofA Securities.

Namun, penguatan yen hingga 0,5% ke 146,82 terhadap dolar AS menekan prospek laba perusahaan eksportir, sehingga saham mulai kehilangan momentum.

Negosiator perdagangan utama Jepang, Ryosei Akazawa menyebutkan dalam unggahan di X bahwa tarif AS untuk mobil Jepang akan diturunkan pada 16 September, menyelesaikan ketidakpastian terkait kesepakatan perdagangan yang dirancang pada Juli.

Namun, status most-favored-nation untuk sektor farmasi dan semikonduktor belum termasuk dalam perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump.

Beberapa saham tercatat melemah signifikan. Takeda Pharmaceutical, perusahaan farmasi terbesar Jepang, turun 3%.

Sementara Citizen Watch anjlok 5,5% setelah pengumuman akan dikeluarkan dari Nikkei 225 mulai Oktober.

Di sisi lain, Advantest, produsen peralatan pengujian chip dan pemasok Nvidia, menjadi saham dengan kenaikan tertinggi, melonjak 6,5% ke rekor baru.

Saham produsen alat chip lainnya seperti Screen Holdings naik 2,4%, dan Tokyo Electron bertambah 2%.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×