kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Resesi akut, ekonomi Afrika Selatan minus 51%


Rabu, 09 September 2020 / 09:35 WIB
ILUSTRASI. Pedagang informal mengantre untuk mendapatkan izin saat penerapan karantina nasional sebagai upaya menekan penyebaran virus corona (COVID-19), di Soweto, Afrika Selatan, Kamis (23/4/2020). REUTERS/Siphiwe Sibeko


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Gubernur Bank sentral Afrika, Lesetja Kganyago pada bulan lalu mengatakan, rendahnya inflasi yang menuju pada deflasi memberi ruang pada komite kebijakan moneter untuk merespons, jika guncangan ekonomi akibat pandemi ternyata lebih buruk dari perkiraan. Di lain hal, kontraksi yang berlanjut akan membebani penyerapan pendapatan negara. 

Kontraksi pun akan membuat pemerintah semakin sulit untuk menstabilkan utang dan mempersempit defisit anggaran. Kontraksi juga akan mempersulit menurunkan tingkat pengangguran sebesar 30,1%, yang dipandang sebagai rintangan utama untuk mengurangi kemiskinan di salah satu negara paling timpang di dunia ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ambyar, Ekonomi Afrika Selatan Minus 51 Persen"
Penulis : Fika Nurul Ulya
Editor : Yoga Sukmana

Selanjutnya: Mengenal Sudah Selatan, negara termiskin di dunia yang baru berusia 9 tahun




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×