kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Restrukturisasi bisnis, Deutsche Bank India tambah pekerja


Selasa, 27 Agustus 2019 / 20:21 WIB
Restrukturisasi bisnis, Deutsche Bank India tambah pekerja
ILUSTRASI. DEUTSCHE BANK

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Satu-satunya jaringan bisnis ritel Deutsche Bank di laur Eropa yaitu di India terus mendapat suntikan modal. Ini dilakukan setelah perusahaan menghemat pengeluaran terhadap jaringan bisnis di negara lainnya, bahkan sampai memangkas 18.000 pekerjanya.

Awal tahun Deutsche Bank India telah menerima suntikan modal senilai 470 juta Euro atau setara US$ 520 juta. Selanjutnya operasi di perusahaan di India juga berniat menambah sekitar 140 pekerja baru guna mendongkrak bisnis ritel dan wealth management.

Baca Juga: China: Belum mendengar ada kontak antara Tiongkok dan AS soal perang dagang

“Akibat pertumbuhan pasar di India yang pesat, banyak orang punya ekspektasi tinggi. Ada mandat untuk memperluas jaringan bisnis di India. Rencana ekspansinya juga cukup ekspansif, sedangkan tak akan jadi masalah,” kata head of private and commercial clients Deutsche Bank India Amit Bhatia dikutip Bloomberg, Selasa (27/8).

Rencana merekrut orang baru ini pun sudah disetujui petinggi Deutsche Bank di Jerman. Rencananya 120 pekerja akan masuk guna menopang segmen ritel, sedangkan lainnya akan menjadi relationship manager untuk bisnis wealth management.

Jumlah rekrutan baru ini tersebut tergolong yang terbesar dilakukan perusahaan di India dalam beberapa tahun belakangan. Sementara Juru Bicara Deutsche Bank bilang dengan tambahan personil harapannya Deutsche Bank India bisa meningkatkan nilai pinjamannya ke segmen korporat dan meningkatkan performa kanal digitalnya.

Operasi Deutsche Bank di India dimulai pada 1980, dan kini telah mempekerjakan 1.800 pekerja untuk menopang segmen bisnis ritel, wholesale, investasi, dan wealth management. Jaringan bisnis ritelnya sendiri tersebar pada 17 kantor cabang di 16 kota. Bisnis ritel Deutsche Bank fokus terhadap kredit perumahan dan kredit UMKM.

Baca Juga: Bank sentral Australia terbuka untuk kebijakan non-konvensional

Tahun lalu, Deutsche Bank India tercatat mampu meraih pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 19% menjadi 363 juta Euro. Nilai tersebut lebih dari setengah laba sebelum pajak perusahaan dari seluruh operasinya di Asia.

Dengan rasio marjin bunga bersih perusahaan di India yang berada di kisaran 3%, Deutsche Bank berharap bisa terus mendorong penyaluran kreditnya, terutama di segmen UMKM. Bhatia juga menyatakan, pihaknya tengah mendekati pelaku teknologi finansial (Tekfin) untuk memperluas akseptasi kreditnya.

Segmen ritel dan wealth management pun akan jadi fokus Deutsche Bank India. Sebab, beberapa unit bisnis lain perusahaan sejatinya sudah mulai dilepas sejak lama. Pada 2011 misalnya, Deutsche Bank India menjual unit bisnis kartu kreditnya, empat tahun berikutnya, bisnis aset manajemen. 20 pekerja di unit bisnis perdagangan ekuitas juga ikut kena PHK besar-besaran.

Padahal pada 2018, dua unit bisnis tersebut sejatinya juga berencana untuk dijual. Namun rencana tersebut gagal lantaran tawaran dari peminatnya yaitu IndusInd Bank Ltd dinilai terlampau kecil. Sedangkan hingga saat ini, Deutsche Bank India telah mengelola dana kelolaan senilai 170 miliar rupee atau setara US$ 2,3 juta. Nilai tersebut meningkat 20% sejak Oktober 2018.

Baca Juga: China bakal masuk ke Hong Kong untuk menindak pendemo?

Kepala Divisi Wealth Management Deutsch Bank India Atinkumar Saha para pekerja baru tersebut akan mendapat insentif lebih setelah dua tahun bekerja kelak. “Nasabah baru datang dan manajer hubungan kami berada di lini terdepan kami mengingat ketakpastian mengenai penjualan ada di belakang kami,” kata Saha.




TERBARU

[X]
×