kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Robot yang masuk reaktor mendeteksi gas terlalu beracun bagi manusia


Selasa, 19 April 2011 / 12:51 WIB
ILUSTRASI. Shakti Hotel, salah satu hotel di Bandung yang menawarkan paket akad nikah sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19./Dok: Shakti Hotel Bandung.


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

TOKYO. Robot yang dikirim ke tiga reaktor nuklir Dai Ichi Fukushima mendeteksi adanya radiasi yang terlalu beracun bagi manusia. Sebelumnya, Tokyo Electric Power Co (Tepco) menyatakan krisis nuklir akan berakhir antara enam hingga sembilan bulan mendatang.

Badan Keselamatan Atom mengatakan dari jarak satu jam arah reaktor nomor tiga, manusia bisa terkena seperlima dari radiasi yang dipancarkan. Jika pekerja sampai terkena radiasi tersebut, waktu paling lama untuk bisa bertahan adalah satu tahun.

"Tepco harus bekerja lebih cepat ketimbang kecepatan kebocoran itu, pelepasan radiasi harus bisa dicegah, inilah permasalahan utamanya," kata Tadashi Narabayashi, profesor teknik nuklir di Universitas Hokkaido hari ini.




TERBARU

[X]
×