kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Robot yang masuk reaktor mendeteksi gas terlalu beracun bagi manusia


Selasa, 19 April 2011 / 12:51 WIB
ILUSTRASI. Shakti Hotel, salah satu hotel di Bandung yang menawarkan paket akad nikah sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19./Dok: Shakti Hotel Bandung.


Reporter: Dyah Megasari,

TOKYO. Robot yang dikirim ke tiga reaktor nuklir Dai Ichi Fukushima mendeteksi adanya radiasi yang terlalu beracun bagi manusia. Sebelumnya, Tokyo Electric Power Co (Tepco) menyatakan krisis nuklir akan berakhir antara enam hingga sembilan bulan mendatang.

Badan Keselamatan Atom mengatakan dari jarak satu jam arah reaktor nomor tiga, manusia bisa terkena seperlima dari radiasi yang dipancarkan. Jika pekerja sampai terkena radiasi tersebut, waktu paling lama untuk bisa bertahan adalah satu tahun.

"Tepco harus bekerja lebih cepat ketimbang kecepatan kebocoran itu, pelepasan radiasi harus bisa dicegah, inilah permasalahan utamanya," kata Tadashi Narabayashi, profesor teknik nuklir di Universitas Hokkaido hari ini.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×