kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Robot yang masuk reaktor mendeteksi gas terlalu beracun bagi manusia


Selasa, 19 April 2011 / 12:51 WIB
ILUSTRASI. Shakti Hotel, salah satu hotel di Bandung yang menawarkan paket akad nikah sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19./Dok: Shakti Hotel Bandung.


Reporter: Dyah Megasari,

TOKYO. Robot yang dikirim ke tiga reaktor nuklir Dai Ichi Fukushima mendeteksi adanya radiasi yang terlalu beracun bagi manusia. Sebelumnya, Tokyo Electric Power Co (Tepco) menyatakan krisis nuklir akan berakhir antara enam hingga sembilan bulan mendatang.

Badan Keselamatan Atom mengatakan dari jarak satu jam arah reaktor nomor tiga, manusia bisa terkena seperlima dari radiasi yang dipancarkan. Jika pekerja sampai terkena radiasi tersebut, waktu paling lama untuk bisa bertahan adalah satu tahun.

"Tepco harus bekerja lebih cepat ketimbang kecepatan kebocoran itu, pelepasan radiasi harus bisa dicegah, inilah permasalahan utamanya," kata Tadashi Narabayashi, profesor teknik nuklir di Universitas Hokkaido hari ini.




TERBARU

[X]
×