kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.918.000   -22.000   -0,75%
  • USD/IDR 16.859   17,00   0,10%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Rusia Ancam Kerahkan Angkatan Laut Hadapi Penyitaan Kapal oleh Eropa


Selasa, 17 Februari 2026 / 16:58 WIB
Rusia Ancam Kerahkan Angkatan Laut Hadapi Penyitaan Kapal oleh Eropa
ILUSTRASI. Moskow tidak akan tinggal diam atas penyitaan kapal. Kalkulasi terbaru menunjukkan ada potensi tindakan balasan yang harus diwaspadai (Mikhail Metzel/Sputnik via Reuters)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia membuka kemungkinan mengerahkan kekuatan angkatan lautnya untuk mencegah negara-negara Eropa menyita kapal-kapal berbendera Rusia. Langkah tersebut bahkan dapat disertai tindakan balasan terhadap pelayaran Eropa jika kapal Rusia benar-benar disita.

Pernyataan itu disampaikan oleh sekutu dekat Presiden Vladimir Putin, yakni Nikolai Patrushev, yang saat ini menjabat sebagai ajudan Kremlin sekaligus Ketua Dewan Maritim Rusia. Ia dikutip media Rusia, Argumenty i Fakty, pada Selasa (17/2/2026).

Ancaman Balasan terhadap Kapal Eropa

Patrushev menegaskan bahwa Moskow tidak akan tinggal diam apabila negara-negara Barat meningkatkan tekanan terhadap armada Rusia. Menurutnya, pengerahan angkatan laut menjadi jaminan utama keamanan navigasi Rusia di berbagai wilayah maritim, termasuk kawasan yang jauh dari perairan nasional.

“Jika kita tidak memberikan perlawanan tegas, maka segera Inggris, Prancis, bahkan negara-negara Baltik akan semakin berani hingga mencoba memblokir akses negara kita ke laut, setidaknya di cekungan Atlantik,” ujarnya.

Baca Juga: Zelenskiy Peringatkan Serangan Baru Rusia Menjelang Pembicaraan Perdamaian Jenewa

Ia menambahkan bahwa Rusia perlu menempatkan kekuatan maritim secara permanen di area-area strategis guna menghalau apa yang disebutnya sebagai “pembajakan Barat”.

Sanksi Barat dan Tekanan terhadap Perdagangan Rusia

Sejak konflik di Ukraina meletus, negara-negara Barat telah menjatuhkan lebih dari 30.000 sanksi terhadap Rusia. Sanksi tersebut bertujuan membatasi akses Moskow terhadap perdagangan global serta melemahkan sumber pendanaan negara.

Selain pembatasan keuangan dan perdagangan, negara-negara Barat juga berupaya memblokir kapal tanker minyak yang diduga terlibat dalam pengiriman minyak Rusia. Pada Januari lalu, Amerika Serikat bahkan menyita sebuah kapal tanker berbendera Rusia sebagai bagian dari upaya menekan ekspor minyak Venezuela.

Presiden Putin sebelumnya menyebut tindakan penyitaan kapal Rusia sebagai bentuk “pembajakan”. Pernyataan Patrushev mempertegas sikap keras Kremlin dalam merespons potensi penyitaan kapal dan blokade jalur laut oleh negara-negara Eropa.

Selanjutnya: Jadwal Imsakiyah Kota Kediri Ramadan 2026 Lengkap

Menarik Dibaca: Jadwal Imsakiyah Kota Kediri Ramadan 2026 Lengkap




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×