kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 18.080   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Rusia: AS dan Inggris mencoba membajak sistem Penjaga Pantai kami


Selasa, 06 Juli 2021 / 20:57 WIB
ILUSTRASI. HMS Dragon, kapal perusak Angkatan Laut Inggris


Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. AS dan Inggris mencoba membajak sistem Penjaga Pantai Rusia melalui provokasi mereka dengan sebuah kapal perusak di Laut Hitam, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov mengungkapkan.

Menurutnya, Amerika Serikat dan Inggris sepenuhnya memahami konsekuensi dari tindakan tersebut dan menyadari reaksi dari Rusia. 

"Dan tetap saja, mereka berusaha menguji tekad kami untuk merespons dengan kekerasan jika perlu, dan mencoba membajak sistem Penjaga Pantai kami dan sistem kontrol atas perairan kami," kata dia dalam sebuah wawancara dengan majalah International Affairs.

"Jelas, mereka mencoba mencapai banyak tujuan dengan ini, yang sangat disayangkan," ujar Ryabkov, seperti dikutip TASS.

Baca Juga: Laut Hitam memanas, Rusia dan NATO plus AS sama-sama gelar latihan tempur

"Saya berharap Admiralty (Angkatan Laut Inggris), Downing Street (kantor Perdana Menteri Inggris), Pentagon (Departemen Pertahanan AS), dan Gedung Putih (kantor Presiden AS) telah belajar sesuatu dari eskalasi ini," imbuhnya.

Ryabkov juga menyebutkan, latihan militer internasional bertajuk Sea Breeze 2021 di Laut Hitam "menarik perhatian" Rusia. "Kami siap untuk melawan setiap oportunis," tegas dia. 

“Tetapi, kami memperingatkan, akan lebih baik untuk menjaga Laut Hitam tetap damai dibanding mencoba untuk memanaskan sentimen pembalasan yang dimiliki oleh sebagian besar kepemimpinan Kiev (Ukraina)," kata Ryabkov. 

"Inggris dan AS melakukannya dengan sengaja untuk memelihara ilusi balas dendam ini di Kiev. Kami melihatnya," ujarnya.

Selanjutnya: Perang bisa pecah, Rusia siap tembak langsung kapal perang yang masuk perairannya




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×