Rusia Bakal Mengepung Ibukota Ukraina Kyiv dalam Beberapa Hari Mendatang

Selasa, 01 Maret 2022 | 05:33 WIB Sumber: Reuters
Rusia Bakal Mengepung Ibukota Ukraina Kyiv dalam Beberapa Hari Mendatang

ILUSTRASI. Amerika Serikat memperkirakan, pasukan Rusia akan mencoba mengepung Kyiv dalam beberapa hari mendatang. (Photo: Diambil dari video yang diperoleh Reuters)


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat memperkirakan, pasukan Rusia akan mencoba mengepung Kyiv dalam beberapa hari mendatang dan dapat menjadi lebih agresif karena frustrasi dengan kemajuan lambat mereka di ibukota Ukraina. Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat senior pertahanan AS, Senin (28/2/2022).

Mengutip Reuters, sirene serangan udara meraung di jalan-jalan yang sebagian besar kosong di Kyiv pada hari Senin. Sirene itu memperingatkan kemungkinan serangan rudal lain oleh Rusia ketika kota itu bersiap untuk pertempuran yang lebih buruk yang akan datang ketika pasukan Rusia mendekat.

"Kami memprediksi mereka akan terus bergerak maju dan mencoba mengepung kota dalam beberapa hari mendatang," kata pejabat itu, seraya menambahkan bahwa pasukan Rusia berada sekitar 25 km (16 mil) dari pusat kota Kyiv.

Para pejabat AS percaya bahwa perlawanan keras Ukraina telah memperlambat kemajuan pasukan Rusia dan kegagalan perencanaan telah membuat beberapa unit Rusia tanpa bahan bakar atau pasokan lainnya.

Baca Juga: Rusia Digempur Beragam Aksi Boikot

"Salah satu hal yang bisa terjadi adalah evaluasi ulang taktik mereka dan potensi mereka untuk menjadi lebih agresif dan lebih terbuka, baik dalam ukuran dan skala penargetan mereka di Kyiv," kata pejabat itu kepada wartawan.

Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim dan tidak memberikan bukti, mengatakan Amerika Serikat belum melihat ini terjadi tetapi mengkhawatirkannya.

Pasukan Rusia, memasuki hari kelima invasi Ukraina, telah menembakkan sekitar 380 rudal ke sasaran Ukraina, kata pejabat itu. 

Selain itu, Presiden Vladimir Putin telah mengerahkan hampir 75% kekuatan tempur pra-tahapnya ke Ukraina.

Baca Juga: Perkenalkan, bom termobarik senjata Rusia paling mematikan yang dibawa ke Ukraina

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru