CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.630   64,00   0,36%
  • IDX 6.511   -78,61   -1,19%
  • KOMPAS100 857   -9,79   -1,13%
  • LQ45 649   -7,32   -1,12%
  • ISSI 227   -3,59   -1,56%
  • IDX30 361   -4,06   -1,11%
  • IDXHIDIV20 449   -3,37   -0,75%
  • IDX80 98   -1,15   -1,17%
  • IDXV30 125   -1,26   -0,99%
  • IDXQ30 116   -1,32   -1,13%

Rusia Bakal Ubah Doktrin Nuklir karena Peran Barat di Ukraina


Senin, 02 September 2024 / 08:14 WIB
ILUSTRASI. Rusia akan membuat perubahan pada doktrinnya tentang penggunaan senjata nuklir.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Presiden Volodymyr Zelenskiy mengatakan operasi itu mengolok-olok "garis merah" Putin. Dia juga melobi keras agar AS mengizinkannya menggunakan senjata Barat yang canggih untuk menyerang target jauh di dalam Rusia.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Minggu bahwa Barat "bertindak terlalu jauh" dan bahwa Rusia akan melakukan segalanya untuk melindungi kepentingannya.

Ryabkov tidak mengatakan kapan doktrin nuklir yang diperbarui akan siap. 

"Waktu untuk menyelesaikan pekerjaan ini adalah pertanyaan yang agak sulit, mengingat kita berbicara tentang aspek-aspek terpenting untuk memastikan keamanan nasional kita," katanya.

Rusia memiliki lebih banyak senjata nuklir daripada negara lain mana pun. Putin mengatakan pada bulan Maret bahwa Moskow siap menghadapi kemungkinan perang nuklir dari sudut pandang militer-teknis.

Namun, Putin mengatakan bahwa ia tidak melihat adanya dorongan untuk melakukan konfrontasi nuklir dan bahwa Rusia tidak pernah menghadapi kebutuhan untuk menggunakan senjata nuklir di Ukraina.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×