kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Rusia Belajar dari Tiongkok: China Bangun Angkatan Laut untuk Saingi AS di 2049


Kamis, 30 Januari 2025 / 08:42 WIB
ILUSTRASI. Tiongkok tengah berupaya menjadi pemimpin global dalam teknologi pertahanan dan militer utama di tengah persaingan sengit dengan Barat. Rusia bisa belajar dari China. Aleksey Druzhinin/Kremlin via REUTERS


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Hal ini termasuk pengembangan senjata nuklir strategis, yang dapat memungkinkan Tiongkok membangun persenjataan untuk menyaingi Rusia dan Amerika Serikat.

"Tiongkok akan memiliki sekitar 1.500 hulu ledak nuklir [pada tahun 2035]", laporan tersebut memperkirakan.

Menurut data terbaru dari Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm, Tiongkok memiliki 500 hulu ledak nuklir per Januari 2024. Sebagai perbandingan, AS memiliki 3.708 hulu ledak sementara Rusia memiliki 4.380.

Laporan RIAC juga mengatakan bahwa pengembangan kapal selam nuklir dan penerbangan strategis Tiongkok yang berkelanjutan dapat "mempertanyakan kemampuan Amerika Serikat untuk memberikan jaminan keamanan kepada sekutunya di kawasan Asia-Pasifik".

Tonton: Ini Peringatan Rusia kepada Donald Trump Soal Terusan Panama

Menurut laporan tersebut, Angkatan Laut PLA memimpin dunia dalam hal tingkat komisioning kapal perang baru. Sementara, tingkat teknis kapalnya, seperti kapal selam nuklir, tidak jauh barada di belakang armada AS.

Armada angkatan laut Tiongkok yang terus berkembang dapat bergantung pada jaringan pangkalan dan titik pasokan di luar negeri, termasuk di Afrika barat dan Timur Tengah.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×