kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Rusia berharap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menunjukan akal sehatnya


Senin, 22 April 2019 / 19:55 WIB
Rusia berharap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menunjukan akal sehatnya

Reporter: Amalia Fitri | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev menyarankan Presiden terpilih Ukraina, Volodymyr Zelensky, untuk menunjukan “akal sehat” (common sense) dalam memperbaiki hubungan diplomasi yang dikotori oleh aneksasi Krimea Kremlin dan dukungan separatis di bagian Timur Ukraina, melalui laman Facebooknya, Senin (22/4).

Sebagaimana dilansir dari Bloomberg, Medvedev menyampaikan jika Zelensky memiliki kesempatan untuk meningkatkan perbaikan hubungan diplomasi antar kedua negara Slavia tersebut.


“Zelensky memiliki kesempatan untuk meningkatkan hubungan kooperatif diplomasi yang baik. Untuk itu, Zelensky membutuhkan pendekatan yang bertanggung jawab, jujur, dan pragmatis,” tutur Medvedev melalui laman Facebook-nya.

Terpilihnya Zelensky, mau tak mau merefleksikan kembali konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina dalam lima tahun terakhir. Kekalahan Petro Poroshenko, yang telah lama menduduki kursi presiden Ukraina di hadapan “pemain” baru yang memiliki pengalaman kering di dunia politik membuat Rusia menurunkan komentar dan penilaiannya. Sebab selama ini, Poroshenko dianggap menjadi corong Moskow dan kroni Vladimir Putin.

Zelensky sendiri, dalam kampanyenya, tidak banyak memberikan gambaran kebijakan yang akan diimplementasikan jika terpilih. Ia banyak menurunkan narasi “hancurkan sistem” dengan menyapu bersih korupsi di pemerintahan Ukarina

Pria berusia 41 tahun tersebut juga berjanji untuk membebaskan tahanan Ukraina yang ditangkap dalam peperangan dan mengaktifkan kembali daerah Minsk untuk menyelesaikan konflik.

Mantan Menteri Luar Negeri Rusa, Igor Ivanov menulis dalam artikel Kommersant, jika kedatangan Zelensky dalam tatanan pemerintahan Ukraina,dapat menjadi angin segar untuk mengakhiri krisis di Ukraina Timur melalui dialog konstruktif antara Moskow dan Barat.




TERBARU

Close [X]
×