kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Rusia dan 3 Negara Ini Lolos dari Kebijakan Tarif Trump, Ada Apa?


Kamis, 03 April 2025 / 22:25 WIB
Rusia dan 3 Negara Ini Lolos dari Kebijakan Tarif Trump, Ada Apa?
ILUSTRASI. Rusia termasuk salah satu negara yang terbebas dari kebujakan tarif REUTERS/Kevin Lamarque


Sumber: Reuters | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru saja mengumumkan kebijakan tarif kepada hampir semua mitra dagangnya, termasuk Indonesia. Diantara negara-negara yang disebut, Rusia, Belarusia, Kuba dan Korea Utara tidak muncul dalam daftar yang dirilis Gedung Putih.

Badan-badan intelijen AS mengatakan dalam ancaman tahunan mereka mengatakan bahwa Cina, Rusia, Iran dan Korea Utara adalah ancaman negara-bangsa potensial terbesar bagi Amerika Serikat dan Trump telah mengancam Moskow dengan langkah-langkah perdagangan baru.

Baca Juga: Pejabat Rusia Dikabarkan akan Temui Utusan Trump, Ada Apa?

Ditanya mengapa Rusia tidak ada dalam daftar, Menteri Keuangan AS Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengatakan kepada Fox News bahwa Amerika Serikat tidak berdagang dengan Rusia dan Belarusia.

Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt mengatakan kepada Axios bahwa Rusia, Belarusia dan Kuba tidak diikutsertakan karena tidak ada perdagangan yang berarti. Kemudian Korea Utara tidak dimasukkan karena tarif dan sanksi yang ada pada mereka sudah sangat tinggi.

Rusia, yang berada di bawah lebih dari 28.595 sanksi Barat yang berbeda, telah mengklasifikasikan sanksi Barat yang berbeda, telah mengklasifikasikan data perdagangan sejak dimulainya perang.

Baca Juga: China kepada Rusia: Teman Selamanya, Tak Pernah Jadi Musuh

Impor barang AS dari Rusia mencapai US$ 3,0 miliar pada tahun 2024, turun 34,2% dari tahun 2023.

Namun, bagi Rusia, risiko terbesar adalah potensi perlambatan dalam permintaan global dari perang tarif yang lebih luas. Bank Sentral Rusia memperingatkan para pejabatnya awal tahun ini bahwa Amerika Serikat dan OPEC memiliki kapasitas untuk membanjiri membanjiri pasar minyak dan menyebabkan terulangnya kejatuhan harga yang berkepanjangan

Pada hari Minggu, Trump mengatakan kepada NBC News bahwa dia sangat marah setelah Presiden Vladimir Putin mengkritik kredibilitas Presiden Ukraina Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy. Ia mengancam dapat memberlakukan tarif sekunder sebesar 25% -50% pada pembeli minyak Rusia.

Selanjutnya: Jasa Marga Imbau Pemudik Kembali Lebih Awal untuk Hindari Puncak Arus Balik

Menarik Dibaca: 9 Rekomendasi Buah Penurun Gula Darah yang Tinggi dan Terbukti Efektif


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×