Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - KYIV. Rusia melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal dan drone ke sejumlah wilayah Ukraina pada Rabu (7/10/2026), menewaskan sedikitnya 20 orang, termasuk anak-anak. Serangan tersebut juga merusak fasilitas industri serta infrastruktur energi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebut serangan Rusia kali ini sebagai salah satu serangan paling keji yang terjadi di tengah perang kedua negara.
Zelenskiy mengatakan serangan tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden Rusia Vladimir Putin.
Korban jiwa terbanyak tercatat di Pryluky, wilayah Chernihiv, Ukraina utara. Sebuah rudal Rusia menghancurkan bangunan tempat tinggal lima lantai di kota tersebut.
Pejabat setempat melaporkan sedikitnya 14 orang tewas, termasuk empat anak-anak. Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka.
"Hari ini, sebagai 'hadiah' ulang tahun untuk Putin, tentara Rusia menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal di Pryluky...," kata Zelenskiy.
Baca Juga: Ketidakadaan Ijazah SMA Wapres Gibran Menjadi Sorotan Media Luar Negeri
"Rusia ingin melancarkan serangan yang menyakitkan dan demonstratif. Ini adalah salah satu serangan paling keji: total ada 70 rudal, banyak di antaranya merupakan rudal balistik."
Petugas penyelamat masih melakukan pencarian korban di antara puing-puing bangunan yang runtuh. Sebuah ekskavator dan puluhan petugas menggunakan sekop untuk menyisir reruntuhan setelah beberapa bagian gedung lima lantai tersebut ambruk.
Petugas tanggap darurat juga menggunakan tangga untuk mencapai lantai atas bangunan yang masih tersisa. Pejabat regional menyebut sekitar 50 orang terluka, termasuk tujuh anak-anak.
Lonjakan Intersepsi Drone Rusia
Zelenskiy mengatakan enam orang lainnya tewas dalam serangan besar-besaran yang berlangsung semalam di Kyiv, Oleksandria, dan Kremenchuk.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan pasukannya telah melakukan "serangan besar-besaran" terhadap fasilitas industri militer di Kyiv dan sejumlah wilayah Ukraina lainnya. Serangan dilakukan menggunakan senjata berpresisi tinggi yang diluncurkan dari darat, laut, dan udara, serta drone.
Angkatan Udara Ukraina menyatakan berhasil menembak jatuh lebih dari 80% dari 46 drone bermesin jet yang diluncurkan Rusia.
Tingkat intersepsi tersebut meningkat tajam dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Rata-rata, sistem pertahanan udara Ukraina hanya berhasil mencegat sekitar 50%-60% drone dalam beberapa minggu terakhir.
Sejak musim panas, Rusia meningkatkan penggunaan drone berkecepatan tinggi dalam serangan sepanjang waktu ke Kyiv dan sejumlah kota lainnya. Kecepatan drone tersebut menjadi tantangan bagi sistem pertahanan udara Ukraina.
Angkatan Udara Ukraina tidak menjelaskan penyebab lonjakan tingkat intersepsi tersebut dan belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Zelenskiy mengatakan rudal balistik Rusia masih menjadi tantangan terbesar bagi Ukraina. Ia menambahkan bahwa pemerintah Ukraina terus berupaya mendapatkan sistem pertahanan udara Patriot.
Baca Juga: Harga Emas Anjlok 1% di Sore Ini (7/10), Terseret Penguatan Dolar AS;
"Setiap hari kami mencari sistem Patriot (pencegat rudal) yang dapat dan harus melindungi nyawa masyarakat," ujar Zelenskiy.
Pada Rabu, Ukraina menerima pencairan dana baru senilai 1,2 miliar euro atau sekitar US$ 1,34 miliar dari Uni Eropa. Perdana Menteri Ukraina Sergii Koretskyi mengatakan dana tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan pertahanan.
Sistem Patriot buatan Amerika Serikat merupakan satu-satunya sistem persenjataan dalam arsenal Ukraina yang dinilai mampu menghentikan rudal balistik berkecepatan tinggi. Namun, ketersediaan sistem tersebut secara global semakin terbatas karena kebutuhan dalam perang Iran dan konflik Ukraina.
Serangan Ganggu Infrastruktur Energi Ukraina
Kementerian Energi Ukraina mengatakan telah mulai menerapkan pemadaman listrik darurat secara parsial di lima wilayah akibat serangan Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut sejumlah sasaran serangan merupakan fasilitas perusahaan pertahanan Ukraina Fire Point. Fasilitas tersebut diklaim digunakan untuk memproduksi dan menyimpan rudal jelajah Flamingo serta drone jarak menengah dan jauh.
Serangan dilaporkan menyasar wilayah Kyiv, Chernihiv, Kirovohrad, Dnipropetrovsk, Poltava, dan Kharkiv.
Pekan lalu, Zelenskiy mengatakan Ukraina telah menggunakan rudal balistik buatan dalam negeri untuk pertama kalinya dalam pertempuran. Rudal tersebut diproduksi oleh Fire Point.
Dalam wawancara dengan Reuters, Zelenskiy mengatakan perusahaan tersebut diperkirakan dapat menyiapkan rudal FP-9 dengan jangkauan lebih jauh pada musim gugur. Fire Point menyatakan rudal tersebut nantinya mampu mencapai Moskow.
Warga Kyiv Berlindung di Stasiun Metro
Di tengah peringatan serangan udara, banyak warga Kyiv memilih berlindung di stasiun metro bawah tanah yang berada jauh di bawah permukaan tanah.
Peringatan mengenai potensi serangan disampaikan oleh pejabat Ukraina dan badan intelijen militer. Sejumlah ledakan keras terdengar di ibu kota Ukraina sepanjang malam.
"Metro lebih baik karena kami tinggal di lantai sembilan sebuah gedung tinggi, dan sangat menakutkan ketika berada di lantai sembilan sementara rudal-rudal beterbangan ke arah Anda," kata Lesia, warga Kyiv berusia 49 tahun, kepada Reuters.
Baca Juga: Ini Risiko Terbesar Ekonomi Global Menurut Para Orang Kaya
Pejabat Ukraina mengatakan rudal balistik Rusia dan drone sama-sama digunakan untuk menyerang Kyiv.
Serangan udara semalam juga menghantam sejumlah wilayah lain. Di kota Dnipro, Ukraina tenggara, serangan Rusia merusak sebuah fasilitas industri.
Sementara itu, infrastruktur transportasi di Zaporizhzhia dan sejumlah gedung apartemen di Kremenchuk juga mengalami kerusakan, menurut pejabat regional yang menyampaikan informasi melalui aplikasi Telegram.
Ukraina Balas Serang Fasilitas Energi Rusia
Zelenskiy mengatakan pasukan Ukraina menyerang empat target di Rusia dalam 24 jam terakhir. Sasaran tersebut mencakup dua fasilitas minyak Rusia dan sebuah tempat latihan militer yang berada di wilayah Perm, Samara, dan Astrakhan.
Dalam wawancara dengan Reuters, Zelenskiy mengatakan Ukraina akan menyerang aset energi Rusia sebagai respons atas meningkatnya serangan Moskow terhadap infrastruktur sipil Ukraina.
Serangan terbaru ini menunjukkan bahwa infrastruktur energi dan fasilitas industri tetap menjadi salah satu sasaran penting dalam eskalasi konflik Rusia-Ukraina, sementara kedua pihak terus meningkatkan penggunaan drone dan rudal dalam operasi militer mereka.














