kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45737,68   -4,70   -0.63%
  • EMAS1.016.000 0,20%
  • RD.SAHAM -0.24%
  • RD.CAMPURAN -0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Rusia ingatkan Amerika Serikat agar tidak nekat serang Iran


Senin, 03 Agustus 2020 / 22:42 WIB
Rusia ingatkan Amerika Serikat agar tidak nekat serang Iran
ILUSTRASI. Missiles are displayed as Iranian President Hassan Rouhani attends an armed forces parade in Tehran, Iran, September 22, 2017. President.ir/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVE.

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  Rusia mengatakan saat ini kekuatan militer Iran tak bisa dipandang sebelah mata. Bahkan Negeri Beruang Merah itu mengatakan kekuatan militer Iran saat ini menggerikan.

Hal itu dapat dilihat dari rudal balistik Iran yang diluncurkan dari bawah tanah dinilai sangat berbahaya dan mengejutkan siapa pun.

Mengutip Archyde, Senin (3/8), Kepala Pusat Studi Politik-Militer Rusia Anatoly Tsyganok, mengatakan, dari sutu pandang Rusia,m kekuatan militer Iran baik Darat, Laut dan Udara, sangat dasyat. Ini belum termasuk rudal balistik yang bisa diluncurkan dari bawah tanah.

Baca Juga: Mengenal jet tempur J-20 buatan China, Si Naga Perkasa penantang F-22 milik Amerika

Dengan kekuatan militer seperti ini, Rusia mengatakan tidak akan ada negara apalagi musuh yang berani menyerang Iran. "Jika ceroboh, Rusia yakin Iran akan merespons dengan keras," tutur Tsyganok.

Tsyganok juga menyebut latihan militer yang dilakukan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam di Teluk Persia sebagai bukti kekuatan militer Iran. Bagi Rusia, ini adalah peringatan serius bagi musuh-musuh Iran. Terutama Amerika Serikat (AS).

Bagi Tsyganok, manuver ini menunjukkan dahsyatnya kekuatan Iran di laut dan udara. Dampak dari manuver itu diyakini membuat negara lain berpikir dua kali untuk menyerang Iran. Bahkan Amerika tidak memiliki keberanian untuk mengecewakan Iran.

Baca Juga: Iran: Saksikan rudal pertama dari kedalaman bumi!

Contoh nyata telah dibuktikan oleh Iran. Ketika Letnan Jenderal Qasem Soleimani dibunuh oleh Angkatan Darat AS di Baghdad pada bulan Januari, Iran segera membalas. Pangkalan udara AS di Irak telah menjadi sasaran kemarahan Iran.

 



TERBARU

[X]
×