kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rusia Kordinasikan Kebijakan Timur Tengah dengan China


Sabtu, 21 Oktober 2023 / 08:03 WIB
Rusia Kordinasikan Kebijakan Timur Tengah dengan China
ILUSTRASI. Rusia mengatakan pihaknya sedang mengoordinasikan kebijakannya di Timur Tengah dan Afrika Utara dengan Tiongkok. REUTERS/Jason Lee


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pada Kamis (19/10/2023), Rusia mengatakan pihaknya sedang mengoordinasikan kebijakannya di Timur Tengah dan Afrika Utara dengan Tiongkok, sekutu dekat yang dikunjungi Presiden Vladimir Putin minggu ini.

Mengutip Reuters, Rusia mengatakan, Wakil Menteri Luar Negeri Mikhail Bogdanov telah mengadakan pembicaraan di Doha dengan Zhai Jun, utusan khusus China untuk Timur Tengah, di mana mereka bertukar pandangan mengenai konflik antara Israel dan kelompok Hamas Palestina yang menguasai Jalur Gaza.

“Ada konfirmasi atas fokus terus-menerus Moskow dan Beijing pada upaya koordinasi yang erat demi kepentingan penyelesaian politik krisis ini dan krisis lainnya di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara…” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Rusia memandang dirinya sebagai perantara potensial antara Israel dan Hamas. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Hamas memicu krisis saat ini dengan melakukan serangan mendadak ke Israel pada 7 Oktober yang menewaskan 1.400 orang. 

Baca Juga: Korea Selatan Curiga Korea Utara Kirim Senjata ke Hamas

Israel kemudian membalasnya dengan pemboman udara yang menurut pemerintah Gaza telah menewaskan lebih dari 3.500 warga Palestina dan menyebabkan lebih dari 12.000 orang terluka.

Moskow telah menyalahkan Amerika Serikat, sekutu paling kuat Ukraina, yang menjadi sasaran invasi besar-besaran Rusia tahun lalu.

Resolusi Dewan Keamanan PBB yang dirancang oleh Rusia menyerukan sejumlah hal, mulai gencatan senjata kemanusiaan di Gaza bersamaan dengan pembebasan sandera, akses kemanusiaan, dan evakuasi aman warga sipil yang membutuhkan. Akan tetapi, resolusi tersebut gagal disahkan pada hari Senin.

Baca Juga: Gereja Ortodoks di Gaza Terkena Serangan Udara Israel, 16 Orang Tewas

Resolusi tersebut mengutuk kekerasan terhadap warga sipil dan semua tindakan terorisme, namun tidak menyebut nama Hamas di dalamnya.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×