kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Rusia: Peningkatan aktivitas NATO bisa mengakibatkan insiden besar


Senin, 28 Desember 2020 / 13:00 WIB


Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Peningkatan aktivitas Angkatan Laut dan Angkatan Udara NATO di dekat perbatasan Rusia penuh dengan risiko insiden besar, Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin mengatakan dalam wawancara dengan Rossiiskaya Gazeta.

"Pada tahun yang akan datang, terjadi peningkatan besar dalam aktivitas udara dan laut aliansi (NATO). Situasi yang bisa mengakibatkan insiden besar semakin sering terjadi," kata Fomin seperti dikutip kantor berita TASS.

Dia mencontohkan, pada malam peringatan 75 tahun Kemenangan dalam Perang Patriotik Hebat, sekelompok kapal perang NATO mengadakan latihan militer di Laut Barents. Kemudian Agustus dan September 2020, ada lebih dari 15 penerbangan oleh pembom strategis B-52H dan B-1B milik Amerika Serikat (AS) di dekat perbatasan Rusia. 

Selanjutnya pada 13 Oktober 2020, kapal perusak The Dragon milik Inggris melakukan pelayaran melalui laut teritorial Rusia di kawasan Cape Khersones. Dan 24 November 2020, kapal perusak USS John S. McCain milik AS memasuki Teluk Peter.

Baca Juga: 4 pesawat milik China & 15 milik Rusia masuk zona pertahanan udara Korsel, ada apa?

"Tindakan tersebut secara terbuka provokatif. Insiden dapat dihindari sepenuhnya berkat profesionalisme yang tinggi dari pilot dan pelaut Rusia," ujar Fomin.

Ia sangat menyarankan semua pihak untuk menahan diri dari mencoba memperlakukan Rusia dari posisi yang kuat. "Ancaman menggunakan kekerasan adalah pelanggaran langsung terhadap Piagam PBB. Tindakan seperti itu tidak akan bertahan tanpa tanggapan yang tepat," tegasnya. 

"Kami selalu berpijak dari pemahaman bahwa masalah yang paling rumit harus diselesaikan di meja perundingan. Kami siap untuk sebuah dialog profesional dan konstruktif, dengan syarat ketaatan pada prinsip saling menghormati dan kepentingan masing-masing," imbuh Fomin.

Selanjutnya: Patroli udara gabungan Rusia-China terlihat melintasi wilayah laut Jepang




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×