Rusia siapkan sistem pertahanan udara S-500, disebut jadi penangkal rudal Amerika

Jumat, 18 Desember 2020 | 08:54 WIB Sumber: TASS
Rusia siapkan sistem pertahanan udara S-500, disebut jadi penangkal rudal Amerika

ILUSTRASI. Sistem pertahanan udara S-400 Rusia


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia rupanya sedang mengerjakan sistem pertahanan udara terbaru, yakni rudal S-500. Pakar militer Rusia menilai bahwa sistem ini merupakan penangkal yang paling ampuh untuk tipe rudal hipersonik.

Pengerjaan sistem S-500 ini disampaikan langsung oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dalam konferensi pers hari Kamis (17/12). 

Dengan tegas Putin menjelaskan bahwa Rusia sedang mengerjakan sistem pertahanan udara baru yang diklaim sebagai lawan utama dari rudal hipersonik.

"Kami sedang mengerjakan 'penangkal' terhadap  senjata hipersonik masa depan di negara lain. Saya yakin bahwa kami akan melakukannya dan kami berada di jalan yang benar," ungkap Putin sebagaimana dikutip TASS.

Pernyataan Putin tersebut turut diamini oleh pakar militer Rusia, Victor Murakhovsky. Menurutnya, S-500 memang memiliki kapabilitas sebagai penangkal senjata hipersonik.

"Sistem S-500 bisa menjadi 'penawarnya'. Mungkin, modernisasi perisai rudal Moskow juga dimaksudkan. Telah diketahui bahwa rudal pencegatnya telah dimodernisasi secara serius," papar pemimpin redaksi majalah Rusia Arsenal of the Fatherland tersebut.

Baca Juga: Korea Selatan segera boyong 12 unit helikopter MH-60R Seahawk dari AS

Meskipun tidak menyebutkan senjata hipersonik milik negara mana yang akan ditangkal, tapi nama Amerika Serikat jelas menjadi sorotan mengingat Negeri Paman Sam belakangan sedang sibuk mengembangkan rudal hipersonik.

Berkaitan dengan rudal hipersonik AS, direktur pengembangan di Foundation for Assistance to 21st Century Technologies, Ivan Konovalov, mengatakan Rusia jauh di depan AS dalam teknologi hipersonik.

Meskipun cukup percaya diri dengan kemampuan negaranya, Konovalov tetap mengingatkan bahwa saat ini AS sedang melakukan yang terbaik untuk mengejar Rusia secepat mungkin. Atas dasar itu, pengembangan sistem pertahanan udara seperti S-500 memang sangat diperlukan.

"Cara berpikir militer klasik adalah bahwa senjata serang harus selalu didukung oleh senjata pertahanan, karena calon musuh juga akan mengembangkan bidang ini," ungkap Konovalov kepada TASS.

Secara umum Konovalov mendukung penuh pengembangan sistem pertahanan udara S-500 sebagai upaya penyeimbangan kekuatan.

Selanjutnya: Begini kemampuan jet tempur Sukhoi Su-57 baru Rusia yang bakal meluncur 2022

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru