kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Saat Sekutu Dijemput AS, Putin Menutup Mata: Apa Deal Rahasia Trump–Rusia?


Kamis, 08 Januari 2026 / 11:30 WIB
Saat Sekutu Dijemput AS, Putin Menutup Mata: Apa Deal Rahasia Trump–Rusia?
ILUSTRASI. Meski Kementerian Luar Negeri Rusia menyebut penangkapan Maduro sebagai “aksi agresi bersenjata yang tak bisa diterima”, Putin sama sekali tidak angkat bicara. (REUTERS/Kevin Lamarque)


Sumber: Al Jazeera | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Namun, menurut analis lain, mengorbankan Maduro tidak otomatis memperbaiki hubungan Putin dengan Trump.

Trump bahkan menyatakan tak percaya klaim Putin bahwa Ukraina mencoba membunuhnya pada akhir Desember lalu.

“Dengan menutup mata atas penculikan Maduro, Putin tidak akan menjadi lebih dekat ke Trump,” kata Galiya Ibragimova dari Carnegie Endowment for International Peace.

Justru, kata dia, Putin kemungkinan makin paranoid soal kebocoran internal dan akan memperketat keamanan pribadinya. Bahkan, penculikan Maduro bisa menginspirasi Kremlin untuk merencanakan penculikan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Sejak awal 2000-an, Putin membangun hubungan erat dengan Hugo Chavez, pendahulu dan mentor politik Maduro, yang membeli miliaran dolar senjata Rusia. Moskow bahkan membuka pabrik AK-47 di Venezuela.

Pakar Rusia juga terlibat dalam menopang sektor minyak Venezuela, meski teknologi yang ketinggalan zaman gagal mencegah kemerosotan produksi yang memicu krisis ekonomi, hiperinflasi, dan eksodus besar-besaran tenaga ahli.

Tonton: Rusia Sebut Serangan Trump ke Venezuela Ilegal dan Destabilisasi

Setelah berkuasa pada 2013, Maduro bertemu Putin belasan kali, selalu dengan sambutan mewah dan janji “persahabatan abadi”.

Pada Oktober lalu, Maduro bahkan memohon bantuan militer tambahan dan pembiayaan kepada Putin, namun tak jelas apakah Moskow pernah merespons.

Kesimpulan 

Diamnya Putin atas penculikan Nicolas Maduro mencerminkan kalkulasi dingin Kremlin: kerugian reputasi akibat kehilangan sekutu setia di Amerika Latin dinilai lebih kecil dibanding peluang strategis dalam tatanan dunia baru berbasis kekuatan, bukan hukum internasional. Rusia tampaknya memilih tidak mengorbankan kepentingan besarnya di Ukraina, Arktik, dan energi global demi Maduro, bahkan jika itu memperkuat narasi bahwa Moskow meninggalkan sekutunya. Namun, sikap bungkam ini juga tidak otomatis mendekatkan Putin ke Trump dan justru berpotensi memperdalam paranoia internal Kremlin serta meningkatkan risiko tindakan ekstrem di konflik lain, terutama Ukraina.

Selanjutnya: Kemenhaj: Progres Kesiapan Haji 2026 di Tanah Suci Sudah Mencapai 93%

Menarik Dibaca: Ragam Promo Roti'O Periode Januari 2026, Bundling 2 Roti & 2 Minuman Cuma Rp 39.000




TERBARU

[X]
×