kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,11   -0,67   -0.07%
  • EMAS942.000 -0,95%
  • RD.SAHAM 0.31%
  • RD.CAMPURAN 0.18%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%

Saat tegang dengan Korea Utara, Korea Selatan terima 24 jet tempur siluman F-35A


Rabu, 21 Oktober 2020 / 10:22 WIB
Saat tegang dengan Korea Utara, Korea Selatan terima 24 jet tempur siluman F-35A
ILUSTRASI. Dua jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Marti terbang selama pertunjukan di Avalon Airshow di Victoria, Australia, 3 Maret 2017.


Sumber: Yonhap,Yonhap | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Di tengah ketegangan dengan Korea Utara yang baru saja meluncurkan rudal balistik baru, sebanyak 24 jet tempur siluman F-35A pesanan Korea Selatan tiba dari Amerika Serikat (AS).

Korea Selatan mulai mendatangkan jet tempur siluman canggih itu dari negeri uak Sam sejak Maret tahun lalu untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udara, dengan memesan 40 unit hingga tahun depan.

"Kami mengalami beberapa penundaan pengiriman karena situasi Covid-19, tetapi melalui koordinasi Korea Selatan-AS, pengiriman telah dinormalisasi sesuai rencana," kata Badan Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan dalam laporan audit ke parlemen, Selasa (20/10), seperti dikutip kantor berita Yonhap.

Badan Program Akuisisi Pertahanan mengatakan, Korea Selatan akan menyelesaikan pembangunan fasilitas hangar untuk jet tempur F-35A generasi kelima tersebut pada Desember mendatang.

Baca Juga: Korea Selatan: Frekuensi kapal perang China melintasi garis median meningkat

Baca Juga: Picu perlombaan senjata, Korea Utara kecam Korea Selatan beli bahan bakar nuklir

Sebagai inti dari skema penargetan strategis negara terhadap kekuatan musuh potensial, militer Korea Selatan berharap, jet tempur F-35A bisa meningkatkan kemampuan operasional dan memperkuat postur kesiapan menghadapi ancaman dari segala arah.

Bikin jet tempur siluman di bawah Proyek KF-X

Korea Selatan sendiri berencana membuat jet tempur siluman di bawah Proyek KF-X. Proyek ini juga melibatkan Indonesia yang menanggung 20% dari biaya pengembangan proyek jet tempur mencapai 8,8 triliun won atawa sekitar Rp 108 triliun.

Pesawat tempur itu dirancang mampu terbang dengan kecepatan maksimum Mach 1,81, dengan daya jelajah mencapai 2.900 kilometer.  Ini memiliki kemiripan dengan jet tempur siluman F-35A generasi kelima.

Jet tempur tersebut berpilot tunggal, bermesin ganda dengan teknologi siluman melebihi kemampuan Dassault Rafale atau Eurofighter Typhoon, namun tidak lebih baik dari Lockheed Martin F-35 Lightning II.

Pesawat tempur itu akan dilengkapi radar AESA yang diproduksi Elta, IRST, dan kemampuan datalink. Lalu, kemampuan interceptor dan supercruise berkecepatan tinggi, teknologi siluman dasar, dan kemampuan multifungsi.

Selanjutnya: Korea Utara pamer rudal, Korea Selatan: Kami bisa melumpuhkannya dan serang balik

 




TERBARU

[X]
×