kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Sah, Foxconn beli Sharp Rp 83 triliun


Kamis, 25 Februari 2016 / 11:48 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

Tokyo. Perusahaan elektronik Jepang Sharp Corp. pada Kamis (25/2/2016) dikabarkan telah menyetujui tawaran yang diajukan oleh Foxconn untuk mengakuisisi perusahaannya.
 
Nilai akuisisi Foxconn terhadap Sharp Corp. sebagaimana dilansir KompasTekno dari The Wall Street Journal mencapai 700 miliar Yen (sekitar Rp 83 triliun). Nilai tersebut lebih tinggi dari rumor yang beredar sebelumnya, yaitu Rp 74 triliun.

Foxconn berhasil mengalahkan perusahaan Jepang Innovation Network Corp yang didukung oleh pemerintah.

Akuisisi ini menjadi pengambilalihan perusahaan Jepang oleh asing dengan nilai terbesar selama ini.

Foxconn, atau di China dikenal dengan Hon Hai Precision Industry Co, disebut-sebut telah mengincar Sharp sejak empat tahun lalu, seiring dengan semakin lesunya permintaan panel LCD Sharp oleh Apple Inc.

Sharp juga dalam beberapa tahun terakhir mengalami krisis.

Utang Sharp di bank mengharuskan perusahaan elektronik itu berkali-kali di-bailout oleh pemerintah Jepang.

Per Maret 2016 nanti, Sharp harus membayar total utang 510 miliar yen atau setara Rp 60 triliun, sebagaimana dilaporkan WSJ.

Walau sempat ditentang oleh pemerintah Jepang, namun Foxconn berupaya meyakinkan pemerintah Jepang untuk berbalik mendukung perusahaan Taiwan tersebut.

Salah satu upayanya, Foxconn menjamin tak bakal mengganti jajaran petinggi Sharp.

Dengan begitu, pemerintah tak perlu khawatir Foxconn bakal serta-merta mencaplok Sharp menjadi perusahaan asing

(Reza Wahyudi)




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×