kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Pakistan dan Iran Kembali Berunding Demi Tercapainya Perdamaian di Timur Tengah


Jumat, 22 Mei 2026 / 14:15 WIB
Pakistan dan Iran Kembali Berunding Demi Tercapainya Perdamaian di Timur Tengah
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Iran bertemu dengan Menteri Luar Negeri Pakistan pada Jumat (22/5/2026) untuk membahas proposal perdamaian (AFP/AFP)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON/DUBAI. Menteri Luar Negeri Iran bertemu dengan Menteri Luar Negeri Pakistan pada Jumat (22/5/2026) untuk membahas proposal perdamaian perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Pertemuan lanjutan ini terjadi di tengah perselisihan Teheran dan Washington mengenai persediaan uranium Teheran dan kontrol atas Selat Hormuz.

Reuters melaporkan, Jumat (22/5/2026), mengutip laporan kantor berita Tasnim, Menteri Dalam Negeri Pakistan Syed Mohsin Naqvi mengadakan putaran pembicaraan baru dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi di Teheran.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan kepada wartawan, Kamis (21/5/2026) waktu AS, ada beberapa tanda baik dalam pembicaraan tersebut. Tetapi ia menilai tidak akan ada solusi jika Teheran memberlakukan sistem pungutan tol di Selat Hormuz. "Saya tidak ingin terlalu optimistis, Jadi, mari kita lihat apa yang terjadi dalam beberapa hari ke depan," kata Rubio.

Baca Juga: Inflasi Inti Jepang Melambat ke Level Terendah, Perang Iran Bayangi Kenaikan Harga

Seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters, kesenjangan dalam negosiasi telah dipersempit. Kendati begitu, perihal pengayaan uranium dan Selat Hormuz tetap menjadi poin-poin yang masih diperdebatkan.

Konflik di Iran telah menghancurkan ekonomi global. Lonjakan harga minyak akibat konflik ini memicu kekhawatiran inflasi akan merajalela. "Kita sudah hampir memasuki minggu ke-12, kita sudah enam minggu dalam gencatan senjata, dan saya tidak begitu yakin kita semakin dekat dengan resolusi antara AS dan Iran," kata Tony Sycamore, analis pasar di IG, dikutip Reuters.

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS pada akhirnya akan merebut kembali persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Iran. "Kita akan mendapatkannya. Kita tidak membutuhkannya, kita tidak menginginkannya. Kita mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya, tetapi kita tidak akan membiarkan mereka memilikinya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Baca Juga: Tak Mau Kalah dari China, Trump Mendadak Rem Aturan AI Amerika

Dua sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters sebelum komentar Trump tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei telah mengeluarkan arahan bahwa uranium tersebut tidak boleh dikirim ke luar negeri.

Trump juga mengecam niat Teheran mengenakan biaya pada kapal yang menggunakan selat tersebut. "Kita menginginkannya terbuka, kita menginginkannya gratis. Kita tidak menginginkan tol," kata Trump.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×