kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.733   65,00   0,37%
  • IDX 6.094   -1,21   -0,02%
  • KOMPAS100 803   -1,25   -0,15%
  • LQ45 614   -2,27   -0,37%
  • ISSI 215   0,72   0,34%
  • IDX30 351   -0,81   -0,23%
  • IDXHIDIV20 434   -5,14   -1,17%
  • IDX80 93   0,04   0,05%
  • IDXV30 121   -0,35   -0,29%
  • IDXQ30 114   -1,58   -1,37%

Mongolia Rebut Posisi Indonesia Sebagai Pemasok Batubara Terbesar ke China


Jumat, 22 Mei 2026 / 14:32 WIB
Mongolia Rebut Posisi Indonesia Sebagai Pemasok Batubara Terbesar ke China
ILUSTRASI. Impor batubara China dari Mongolia melonjak 61% pada April (AFP/CN-STR)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Indonesia kini bukan lagi pengekspor batubara terbesar ke China. Status jawara negara pemasok batubara terbesar ke negeri panda tersebut dipegang oleh Mongolia.

Reuters melaporkan, Jumat (22/5/2026), mengutip data Kantor Bea Cukai China, impor batubara China dari Mongolia melonjak 61% pada April. Mongolia mengirimkan 11,33 juta metrik ton batu bara melintasi perbatasan ke  China.

Jumlah tersebut sedikit lebih banyak dari impor batubara asal Indonesia, yang sebanyak 11,12 juta ton. Jumlah tersebut turun 22% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga: Harga dan Permintaan Turun, Apakah Sudah Saatnya Indonesia Hadapi Kiamat Batubara?

Selama Januari hingga April tahun ini, pengiriman batubara dari Indonesia tercatat turun 8%. Kendati begitu, Indonesia masih tetap mempertahankan keunggulannya atas Mongolia.

Total pengiriman dari Indonesia mencapai 61,43 juta ton. Sementara pengiriman dari Mongolia baru sebesar 39,37 juta ton, meskipun pengiriman dari Mongolia naik 61% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

"Produksi domestik yang lebih tinggi dan harga batubara lokal yang lebih rendah telah mengurangi daya saing kargo impor dengan nilai kalori rendah dari Indonesia di pasar pesisir China," kata platform analitik maritim Signal Ocean dalam risetnya.

Baca Juga: Harga Emas Melemah, Tertekan Dolar AS dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Volatilitas lebih lanjut untuk pengiriman batubara Indonesia mungkin akan terjadi. Penyebabnya, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Rabu (20/5/2026) lalu mengumumkan rencana besar memusatkan ekspor batubara serta komoditas utama lainnya, termasuk minyak sawit, di bawah perusahaan milik negara.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, rencana tersebut bertujuan untuk menegaskan kendali yang lebih besar atas penetapan harga. Investor terkejut mendengar rencana tersebut.

Impor China dari Rusia dan Australia, pemasok nomor tiga dan empat, masing-masing turun 30% dan 39% pada bulan April. Penurunan tersebut terjadi karena China memangkas impor batubara secara keseluruhan.

Impor China turun 14% secara tahunan pada April menjadi 33,1 juta metrik ton. Impor sepanjang 2026 berjalan turun 2,1% pada tahun ini menjadi 149,4 metrik ton.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×