kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Saham-saham perjalanan anjlok dihantui varian corona baru


Minggu, 28 November 2021 / 07:46 WIB
ILUSTRASI. Wall Street. REUTERS/Brendan McDermid 


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kemunculan varian baru virus Covid-19, B.1.1.529 atau disebut Omicron tampaknya akan kembali menghantui industri perjalanan. Beberapa saham terkait perjalanan pun mulai merasakan dampaknya.

Sekadar informasi, kemunculan varian baru ini telah membuat beberapa negara mulai memikirkan kembali penutupan perbatasan internasional untuk mencegah penularan varian baru ini. Meskipun, WHO belum merekomendasikan untuk dilakukan pembatasan perjalanan.

Misalnya, Inggris yang telah memberlakukan pembatasan perjalanan pada kedatangan dari Afrika Selatan dan negara-negara tetangganya, tempat varian pertama kali diidentifikasi.

Baca Juga: Mengenal Omicron, varian baru Covid-19 yang bikin cemas dunia

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga telah menyatakan bahwa Uni Eropa akan menghentikan perjalanan udara dari negara-negara Afrika bagian selatan.

Kondisi tersebut pun telah memukul saham perusahaan perjalanan online yang harus anjlok di akhir pekan lalu seperti yang dialami Booking Holdings Inc. dan Expedia Group Inc. Saham Booking turun hingga 9,6%.

“Meningkatnya kasus Covid di Eropa menambah ketidakpastian tentang bagaimana tren November dan Desember akan berkembang,” ujar CEO Booking Gleen Fogel seperti dikutip dari Reuters, Minggu (28/11).

Baca Juga: Cegah penyebaran varian Omicron, Swiss masukkan Inggris dan Belanda ke list karantina

Sementara itu, saham Expedia juga anjlok sebanyak 11,9%. Penurunan tersebut termasuk yang terbesar sejak Maret 2020 dan menempatkannya di antara 10 saham dengan kinerja terburuk di S&P 500 pada akhir pekan kemarin.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×