kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Saham-saham perjalanan anjlok dihantui varian corona baru


Minggu, 28 November 2021 / 07:46 WIB
ILUSTRASI. Wall Street. REUTERS/Brendan McDermid 


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Kemunculan varian baru virus Covid-19, B.1.1.529 atau disebut Omicron tampaknya akan kembali menghantui industri perjalanan. Beberapa saham terkait perjalanan pun mulai merasakan dampaknya.

Sekadar informasi, kemunculan varian baru ini telah membuat beberapa negara mulai memikirkan kembali penutupan perbatasan internasional untuk mencegah penularan varian baru ini. Meskipun, WHO belum merekomendasikan untuk dilakukan pembatasan perjalanan.

Misalnya, Inggris yang telah memberlakukan pembatasan perjalanan pada kedatangan dari Afrika Selatan dan negara-negara tetangganya, tempat varian pertama kali diidentifikasi.

Baca Juga: Mengenal Omicron, varian baru Covid-19 yang bikin cemas dunia

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga telah menyatakan bahwa Uni Eropa akan menghentikan perjalanan udara dari negara-negara Afrika bagian selatan.

Kondisi tersebut pun telah memukul saham perusahaan perjalanan online yang harus anjlok di akhir pekan lalu seperti yang dialami Booking Holdings Inc. dan Expedia Group Inc. Saham Booking turun hingga 9,6%.

“Meningkatnya kasus Covid di Eropa menambah ketidakpastian tentang bagaimana tren November dan Desember akan berkembang,” ujar CEO Booking Gleen Fogel seperti dikutip dari Reuters, Minggu (28/11).

Baca Juga: Cegah penyebaran varian Omicron, Swiss masukkan Inggris dan Belanda ke list karantina

Sementara itu, saham Expedia juga anjlok sebanyak 11,9%. Penurunan tersebut termasuk yang terbesar sejak Maret 2020 dan menempatkannya di antara 10 saham dengan kinerja terburuk di S&P 500 pada akhir pekan kemarin.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×