Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Harga emas sedikit melemah di awal pekan ini, terbebani oleh memudarnya harapan penurunan suku bunga Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat karena harga energi yang tinggi. Sementara, dolar AS yang lebih lemah membantu membatasi koreksi harga.
Senin (16/3/2026) pukul 10.10 WIB, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$ 5.007,58 per ons troi. Sejalan, harga emas kontrak pengiriman April 2026 anjlok 1% menjadi US$ 5.011,1 per ons troi.
Dolar AS sedikit melemah, membuat komoditas yang dihargai dalam dolar AS seperti emas batangan lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Imbal hasil obligasi AS tenor acuan 10 tahun menurun, meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.
"Jika harga energi yang lebih tinggi mendorong inflasi lebih tinggi dan The Fed tetap berhati-hati dalam memangkas suku bunga, itu dapat menjaga imbal hasil riil tetap tinggi, yang cenderung menjadi hambatan bagi emas," kata Christopher Wong, seorang ahli strategi di OCBC.
Baca Juga: Indeks Kospi Berbalik Melemah Hari Ini (16/3), Terseret Krisis di Timur Tengah
Harga minyak tetap di atas US$ 100 per barel karena perang AS-Israel melawan Iran memasuki minggu ketiga, yang membahayakan infrastruktur minyak dan menyebabkan Selat Hormuz tetap tertutup, gangguan terbesar terhadap pasokan global yang pernah terjadi.
Harga minyak mentah yang lebih tinggi memicu inflasi dengan menaikkan biaya transportasi dan produksi. Emas dianggap sebagai lindung nilai inflasi, tetapi suku bunga yang tinggi membuat aset penghasil imbal hasil lebih menarik, sehingga mengurangi daya tariknya.
"Dalam jangka pendek, pergerakan harga (emas) mungkin tetap bergejolak karena pasar menilai kembali jalur kebijakan Fed dan lintasan imbal hasil riil," kata Wong.
Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk pertemuan kedua berturut-turut ketika memberikan pernyataan kebijakannya pada hari Rabu.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa pemerintahannya sedang berbicara dengan tujuh negara tentang membantu mengamankan Selat Hormuz.
Trump mengancam akan melakukan serangan lebih lanjut terhadap pusat ekspor minyak utama Iran, Pulau Kharg, pada akhir pekan dan mengatakan bahwa ia belum siap untuk mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Baca Juga: Tolak Permintaan AS, Jepang Belum Berencana Kirim Misi Pengawalan ke Selat Hormuz
Trump bersikeras bahwa negara-negara yang sangat bergantung pada minyak dari Teluk memiliki tanggung jawab untuk melindungi selat tersebut.
Di sisi lain, harga perak spot turun 1,2% menjadi US$ 79,57 per ons. Harga platinum spot naik 0,8% menjadi US$ 2.042,98 dan paladium naik 1% ke US$ 1.566,91 per ons troi.













