Saham Twitter Naik 22% Setelah Elon Musk Menyatakan Siap Membelinya Sesuai Harga Awal

Rabu, 05 Oktober 2022 | 13:08 WIB Sumber: CNBC
Saham Twitter Naik 22% Setelah Elon Musk Menyatakan Siap Membelinya Sesuai Harga Awal

ILUSTRASI. Saham Twitter Naik 22% Setelah Elon Musk Menyatakan Siap Membelinya Sesuai Harga Awal


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Saham Twitter ditutup naik lebih dari 22% tak lama setelah Elon Musk menyampaikan niatnya untuk membeli perusahaan media sosial itu sesuai dengan harga awal.

Pada hari Selasa (4/10), bos Tesla berubah pikiran dan menyatakan siap membeli Twitter seharga US$54,20 per saham.

Dilansir dari CNBC, Twitter mengeluarkan pernyataan yang mengatakan telah menerima surat itu dan menyatakan tujuan mereka adalah untuk menutup transaksi pada US$54,20 per saham.

Beberapa sumber mengatakan bahwa transaksi bisa saja terjadi sebelum hari Jumat pekan ini.

Baca Juga: Balik Arah, Elon Musk Siap Beli Twitter Sesuai Harga Awal

Data Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menunjukkan Musk telah mengirim surat ke Twitter pada hari Senin (3/10). Melalui surat itu, Musk menyampaikan niatnya untuk melanjutkan transaksi yang disepakati pada 25 April lalu.

Setelah menyetujui pembelian senilai US$44 miliar, pada bulan Juli Musk justru memberi tahu Twitter tentang niatnya untuk membatalkan transaksi. Twitter kemudian menggugat Musk agar ia mau melakukan pembelian.

Kedua belah pihak telah dijadwalkan untuk dipertemukan di Pengadilan Negeri Delaware pada 17 Oktober nanti.

Baca Juga: Bantah Musk, Twitter Sebut Pembayaran Kepada Whistleblower Tak Langgar Kesepakatan

Musk menuduh Twitter salah menyebutkan jumlah "bot" yang ada pada layanannya dan menjadikannya alasan untuk menghentikan transaksi. 

Musk dan tim pengacaranya bahkan menuduh Twitter telah menyesatkan investor dengan memberikan angka palsu dalam pengajuan perusahaan ke SEC.

Twitter menyangkal tuduhan tersebut dan menyebut ada kesalahpahaman tentang cara perusahaan menghitung bot dan akun palsu di platformnya.

Twitter menduga Musk sengaja mencari-cari alasan untuk mundur dari kesepakatan ketika nilai saham perusahaan turun.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru