kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Saling membutuhkan, akankah India dan China terjerumus ke dalam medan perang?


Selasa, 23 Juni 2020 / 10:47 WIB
ILUSTRASI. Tentara India dan Cina bersama-sama merayakan Tahun Baru 2019 dengan upacara bendera di kawasan perbatasan Bum La, Arunachal Pradesh, India.


Sumber: CNN | Editor: Tendi Mahadi

Gateway House memperkirakan bahwa investor China telah menggelontorkan sekitar US$ 4 miliar ke startup teknologi India sejak 2015.

Alibaba misalnya, telah berinvestasi di perusahaan e-commerce India Snapdeal, Paytm dompet digital, dan platform pengiriman makanan Zomato. Sementara Tencent telah mendukung kenaikan pesan perusahaan India dan naik aplikasi memanggil Ola. 

Baca Juga: Warganya diadili atas tuduhan mata-mata oleh China, PM Kanada meradang

Gateway House menemukan bahwa lebih dari setengah dari 30 unicorn di India memiliki investor asal China. "China berharap menjadi pemain dominan di pasar internet ini," kata Amit Bhandari, partner di Gateway House.

India juga merupakan kunci tujuan China untuk menjadi kekuatan dominan dalam teknologi global. "Saya tidak percaya ada orang yang merugi dalam hubungan ini, kedua negara telah memperoleh keuntungan secara substansial," kata Sukanti Ghosh, Kepala Asia Selatan untuk think tank Albright Stonebridge Group yang berbasis di Washington.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×