kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.038   30,00   0,17%
  • IDX 6.283   48,43   0,78%
  • KOMPAS100 825   6,52   0,80%
  • LQ45 629   4,92   0,79%
  • ISSI 217   1,40   0,65%
  • IDX30 353   3,23   0,92%
  • IDXHIDIV20 434   3,14   0,73%
  • IDX80 94   0,70   0,75%
  • IDXV30 120   0,82   0,69%
  • IDXQ30 113   0,78   0,70%

Saling membutuhkan, akankah India dan China terjerumus ke dalam medan perang?


Selasa, 23 Juni 2020 / 10:47 WIB
ILUSTRASI. Tentara India dan Cina bersama-sama merayakan Tahun Baru 2019 dengan upacara bendera di kawasan perbatasan Bum La, Arunachal Pradesh, India.


Sumber: CNN | Editor: Tendi Mahadi

Gateway House memperkirakan bahwa investor China telah menggelontorkan sekitar US$ 4 miliar ke startup teknologi India sejak 2015.

Alibaba misalnya, telah berinvestasi di perusahaan e-commerce India Snapdeal, Paytm dompet digital, dan platform pengiriman makanan Zomato. Sementara Tencent telah mendukung kenaikan pesan perusahaan India dan naik aplikasi memanggil Ola. 

Baca Juga: Warganya diadili atas tuduhan mata-mata oleh China, PM Kanada meradang

Gateway House menemukan bahwa lebih dari setengah dari 30 unicorn di India memiliki investor asal China. "China berharap menjadi pemain dominan di pasar internet ini," kata Amit Bhandari, partner di Gateway House.

India juga merupakan kunci tujuan China untuk menjadi kekuatan dominan dalam teknologi global. "Saya tidak percaya ada orang yang merugi dalam hubungan ini, kedua negara telah memperoleh keuntungan secara substansial," kata Sukanti Ghosh, Kepala Asia Selatan untuk think tank Albright Stonebridge Group yang berbasis di Washington.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×