kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Salip China, kasus virus corona di Spanyol melonjak jadi 85.195 kasus


Senin, 30 Maret 2020 / 18:11 WIB
ILUSTRASI. Seorang pekerja pemakaman yang mengenakan pakaian pelindung membawa sebuah peti mati dari kamar mayat di Rumah Sakit Severo Ochoa, selama wabah penyakit virus corona baru, di Leganes, Spanyol, 26 Maret 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Ketika Spanyol memasuki minggu ketiga dari penguncian nasional, bendera Spanyol dikibarkan setengah tiang di Ibu Kota dan wilayah sekitarnya, yang telah menjadi pusat epidemi virus corona.

Pemerintah Spanyol menyatakan, akan memberlakukan pembatasan terhadap biaya pemakaman, menyusul laporan bahwa pengurus mengambil keuntungan dari permintaan yang meningkat.

Baca Juga: Malaysia tindak lebih tegas pelanggar pembatasan untuk cegah virus corona

Gelombang pertama pasokan peralatan medis yang Spanyol minta dari Pusat Koordinasi Bencana Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) tiba dari Republik Cek dengan pesawat pada Minggu (29/3) malam.

Setelah pemerintah mengumumkan pada Sabtu (28/3) semua pekerja yang tidak penting harus tinggal di rumah selama dua minggu, Antonio Garamendi, Presiden Asosiasi Pengusaha Spanyol, mengatakan, penguncian itu bisa menyebabkan krisis sosial.




TERBARU

[X]
×