Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Samsung Electronics menyatakan para pelanggannya memberikan apresiasi tinggi terhadap daya saing chip memori generasi terbaru mereka, high-bandwidth memory (HBM) 4.
Pernyataan ini disampaikan oleh Co-CEO sekaligus Kepala Divisi Semikonduktor Samsung, Jun Young-hyun, dalam pidato Tahun Baru perusahaan.
Baca Juga: Bursa Korea Selatan Cetak Rekor di Awal 2026, Didorong Data Perdagangan Positif
Menurut Jun, pelanggan menilai HBM4 memiliki keunggulan kompetitif yang berbeda dibandingkan produk pesaing. Bahkan, sejumlah pelanggan disebut menyatakan bahwa “Samsung kembali” ke posisi terdepan dalam persaingan teknologi memori.
“Secara khusus untuk HBM4, pelanggan bahkan mengatakan ‘Samsung is back’,” ujar Jun dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Jumat (2/1/2026).
Meski demikian, ia mengakui perusahaan masih perlu terus meningkatkan daya saing agar dapat mempertahankan momentum tersebut.
Pada Oktober lalu, Samsung mengungkapkan tengah melakukan pembicaraan intensif untuk memasok chip HBM4 ke Nvidia, pemimpin pasar chip kecerdasan buatan (AI) asal Amerika Serikat.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya Samsung mengejar ketertinggalan dari para pesaingnya di pasar chip AI, termasuk rival domestiknya, SK Hynix.
Baca Juga: Pabrik-Pabrik Asia Tutup 2025 dengan Kinerja Menguat, Pesanan Mulai Pulih
Di sisi lain, CEO SK Hynix Kwak Noh-jung mengatakan perusahaannya diuntungkan oleh kondisi eksternal yang mendukung, seiring permintaan chip AI yang tumbuh lebih cepat dari perkiraan.
Namun, ia menilai persaingan akan semakin ketat pada 2026.
“Permintaan AI kini bukan lagi kejutan positif, melainkan sudah menjadi keniscayaan,” ujar Kwak.
Ia menambahkan bahwa lingkungan bisnis tahun ini diperkirakan lebih menantang dibandingkan 2025, sehingga dibutuhkan investasi yang lebih berani dan persiapan jangka panjang.
Data Counterpoint Research menunjukkan SK Hynix memimpin pasar HBM pada kuartal III-2025 dengan pangsa 53%, disusul Samsung sebesar 35% dan Micron 11%.
Baca Juga: Kekayaan Elon Musk Tembus US$ 726 Miliar, Lampaui Ekonomi Belgia hingga Nilai Oracle
Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing ditutup menguat 7,2% dan 4% pada hari perdagangan pertama tahun ini.
Keduanya mencetak rekor tertinggi dan melampaui kenaikan indeks acuan KOSPI yang naik 2,3%.
Terkait bisnis foundry atau manufaktur chip pesanan, Jun menyebut sejumlah kontrak pasokan terbaru dengan pelanggan global utama membuat bisnis foundry Samsung berada pada posisi yang siap untuk “lompatan besar”. Salah satu kontrak penting tersebut adalah kesepakatan senilai US$16,5 miliar dengan Tesla yang ditandatangani pada Juli lalu.
Sementara itu, Co-CEO Samsung lainnya, TM Roh, yang memimpin divisi device experience mencakup bisnis ponsel, televisi, dan peralatan rumah tangga memperingatkan bahwa 2026 berpotensi diwarnai ketidakpastian dan risiko yang lebih besar.
Baca Juga: Tinggalkan Doktrin Bela Diri, Jepang Gandakan Belanja Militer untuk Hadapi China
Ia menyoroti kenaikan harga komponen serta hambatan tarif global sebagai tantangan utama.
“Untuk menjaga keunggulan kompetitif dalam berbagai kondisi, kami akan memperkuat fundamental bisnis melalui diversifikasi rantai pasok secara proaktif dan optimalisasi operasi global, termasuk dalam menghadapi risiko harga komponen dan tarif,” ujar Roh.













