kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Satu lagi, pasien pneumonia akibat coronavirus meninggal dunia di China


Jumat, 17 Januari 2020 / 09:44 WIB
ILUSTRASI. Seorang perawat bedah terlihat di samping monitor detak jantung di ruang operasi rumah sakit Unfallkrankenhaus Berlin (UKB) di Berlin, Jerman 29 Februari 2008.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WUHAN. Pneumonia kembali meminta korban. Pria 69 tahun meninggal akibat radang paru-paru di Kota Wuhan, China Tengah, setelah wabah virus yang sebelumnya tidak diketahui merebak. Ini korban meninggal kedua.

Melansir Reuters, Dinas Kesehatan Kota Wuhan, Kamis (16/1), mengatakan, lelaki itu menjalani perawatan di rawat di rumahsakit dengan fungsi ginjal abnormal dan kerusakan parah pada banyak organ. Dia meninggal dunia pada Rabu (15/1) lalu.

Secara keseluruhan, 41 kasus pneumonia telah dilaporkan di Wuhan. Hasil tes awal laboratorium, mengutip media Pemerintah China, menunjukkan pneumonia berasal dari jenis baru dari coronavirus.

Baca Juga: Gawat, virus corona sudah menyebar, setelah Thailand kini Jepang

Coronavirus masuk keluarga besar virus yang bisa menyebabkan infeksi, mulai flu biasa hingga sindrom pernafasan akut parah (SARS) yang mematikan.

Jepang, Kamis (16/1), mengkonfirmasi seorang pria berusia 30-an telah terinfeksi virus tersebut. Dan, seorang wanita China juga telah dikarantina di Thailand dengan jenis virus coronavirus yang misterius. 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan wabah yang lebih luas mungkin terjadi. Sedang Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mengeluarkan pembaruan peringatan kesehatan tentang perjalanan ke wilayah Wuhan.

Baca Juga: Jelang Tahun Baru Imlek, Asia waspadai virus mematikan dari China

Menurut Dinas Kesehatan Kota Wuhan, sebanyak 763 orang telah diobservasi di Wuhan, setelah sebelumnya melakukan kontak dekat dengan pasien pneumonia. Dari jumlah itu, 644 orang sudah dipulangkan dan 119 lainnya masih dipantau.




TERBARU

[X]
×