kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.798.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.817   60,00   0,34%
  • IDX 6.150   -56,67   -0,91%
  • KOMPAS100 812   -8,43   -1,03%
  • LQ45 624   -7,43   -1,18%
  • ISSI 216   -1,55   -0,71%
  • IDX30 356   -4,52   -1,25%
  • IDXHIDIV20 440   -6,44   -1,44%
  • IDX80 94   -0,87   -0,92%
  • IDXV30 121   -2,06   -1,67%
  • IDXQ30 115   -1,70   -1,45%

Sehari setelah kudeta militer, begini kondisi Myanmar


Selasa, 02 Februari 2021 / 05:08 WIB
ILUSTRASI. Tentara Myanmar terlihat di dalam Balai Kota di Yangon, Myanmar, Senin (1/2/2021). REUTERS/Stringer


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - YANGON. Para pemimpin Barat mengutuk kudeta oleh militer Myanmar terhadap pemerintah yang terpilih secara demokratis Aung San Suu Kyi. Ratusan ribu pendukungnya turut melakukan aksi melalui media sosial untuk menyuarakan kemarahan mereka atas pengambilalihan tersebut.

Melansir Reuters, peristiwa kudeta yang terjadi tiba-tiba pada Senin (1/2/2021) dini hari menggagalkan upaya bertahun-tahun untuk membangun demokrasi di negara yang dilanda kemiskinan dan menimbulkan lebih banyak pertanyaan tentang prospek mengembalikan satu juta pengungsi Rohingya.

Menurut para diplomat, Dewan Keamanan PBB akan bertemu pada hari Selasa di tengah seruan untuk tanggapan yang kuat terhadap penahanan Suu Kyi dan puluhan sekutu politiknya, meskipun hubungan dekat Myanmar dengan anggota dewan China akan berperan dalam keputusan apa pun.

Presiden AS Joe Biden mengatakan kudeta itu merupakan serangan langsung terhadap transisi Myanmar menuju demokrasi dan supremasi hukum.

Baca Juga: Respons kudeta militer, China harap berbagai pihak di Myanmar menyelesaikan perbedaan

Tentara menyerahkan kekuasaan kepada panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing dan memberlakukan keadaan darurat selama setahun di negara itu. Tentara mengatakan, pihaknya telah menanggapi apa yang disebut penipuan pemilu.

Min Aung Hlaing, yang hampir pensiun, menjanjikan pemilu yang bebas dan adil serta penyerahan kekuasaan kepada partai pemenang, tanpa memberikan kerangka waktu yang jelas.

Baca Juga: PBB kecam penahanan Aung San Suu Kyi dan kudeta militer Myanmar




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×