Sejumlah Maskapai Penerbangan Terpantau Menghindari Wilayah Udara Ukraina

Senin, 14 Februari 2022 | 13:27 WIB Sumber: Reuters
Sejumlah Maskapai Penerbangan Terpantau Menghindari Wilayah Udara Ukraina

ILUSTRASI. Pesawat Embraer 190 maskapai British Airways di Bandara Kota London, Inggris, Kamis (29/4/2021). REUTERS/John Sibley


KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Semakin banyak maskapai penerbangan internasional yang berupaya menghindari wilayah udara Ukraina di tengah situasi yang tidak menentu di negara tersebut. Beberapa di antaranya bahkan telah menutup jalur masuk ke negara tersebut.

Perusahaan penasihat operasi penerbangan OPSGROUP, pada hari Senin (14/2) melaporkan bahwa keputusan banyak maskapai muncul setelah peringatan AS bahwa Rusia dapat menyerang kapan saja.

Dilansir dari Reuters, maskapai penerbangan asal Belanda KLM, mengatakan akan menghentikan penerbangan ke Ukraina dan melalui wilayah udara negara itu. Sedangkan Lufthansa dari Jerman baru akan mempertimbangkan pembatasan tersebut.

Baca Juga: Uni Eropa Menuding Rusia Sedang Berusaha Memecah Belah Eropa

Menurut pantauan Reuters melalui layanan pelacakan penerbangan FlightRadar24, penerbangan British Airways (BA) untuk rute antara London dan Asia terpantau menghindari wilayah udara Ukraina.

Sementara itu, maskapai Ukraina SkyUp mengatakan harus mengalihkan penerbangan dari Portugal ke Ukraina pada Sabtu setelah pemilik pesawat melarangnya memasuki wilayah udara Ukraina.

Mark Zee, pendiri OPSGROUP, memperkirakan kondisi ini akan berlangsung cukup lama. Jika ketidakpastian terus berlanjut, bukan tidak mungkin penerbangan ke Ukraina akan ditangguhkan secara penuh.

Zee juga menyoroti kemungkinan banyaknya negara dan maskapai yang khawatir insiden penerbangan MH17 akan terulang di tengah ketegangan Ukraina dan Rusia saat ini.

"Saya tidak berpikir itu disarankan pemerintah karena ketidaktersediaan berbasis asuransi atau operator mencari operator lain. KLM, Lufthansa, dan British Airways, misalnya, memutuskan untuk tidak terbang di atas Ukraina sama sekali, kita hampir kembali ke skenario MH17," ungkap Zee.

Baca Juga: Makin Kuat, Ukraina Terima Pasokan Rudal Anti-Pesawat dari Lithuania

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru