kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Selamat, ilmuwan AS dan Inggris menyabet Nobel Kedokteran 2019


Senin, 07 Oktober 2019 / 18:25 WIB
Selamat, ilmuwan AS dan Inggris menyabet Nobel Kedokteran 2019
ILUSTRASI. Nobel

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - STOCKHOLM. Dua ilmuwan dari Amerika Serikat (AS) dan satu dari Inggris memenangkan Nobel Kedokteran 2019, karena temuan mereka membuka jalan bagi strategi baru untuk memerangi penyakit, seperti anemia dan kanker.

Ketiga ilmuwan itu adalah William Kaelin dan Gregg Semenza asal AS serta Peter Ratcliffe dari Inggris. Mereka menemukan, bagaimana sel beradaptasi dengan kadar oksigen yang berfluktuasi.

"Penemuan seminal oleh pemenang Nobel tahun ini mengungkapkan mekanisme untuk salah satu proses adaptif yang paling penting dalam kehidupan," kata Majelis Nobel di Institut Karolinska, Swedia, dalam pernyataan tertulis, Senin (7/10), seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Shinzo Abe disebut menominasikan Trump untuk Nobel Perdamaian atas permintaan AS

Penelitian ketiga ilmuan tersebut menjadi dasar untuk memahami bagaimana kadar oksigen memengaruhi metabolisme seluler dan fungsi fisiologis. "Penginderaan oksigen merupakan pusat dari sejumlah besar penyakit," ujar Majelis Nobel.

"Upaya intens yang berkelanjutan di laboratorium akademik dan perusahaan farmasi sekarang difokuskan pada pengembangan obat yang bisa mengganggu berbagai penyakit dengan mengaktifkan atau memblokir mesin pengindera oksigen," imbuh Majelis Nobel.

Bidang kedokteran merupakan penghargaan Nobel pertama yang digagas penemu dinamit Alfred Nobel. Sedang pemberian Nobel untuk pencapaian dalam bidang sains, perdamaian, dan sastra baru pada 1901.

Peraih Nobel bidang pengobatan telah memasukkan ilmuwan hebat, seperti Alexander Fleming, penemu penisilin, dan Karl Landsteiner yang mengidentifikasi golongan darah terpisah sehingga memungkinkan transfusi yang aman untuk diperkenalkan secara luas.

Baca Juga: William Nordhaus dan Paul Romer, pemenang Nobel Ekonomi 2018

Tahun lalu, James Allison dari AS dan Tasuku Honjo dari Jepang memenangkan Nobel Kedokteran untuk penemuan tentang bagaimana memanfaatkan sistem kekebalan dalam terapi kanker. Pemenang Nobel tahun ini mendapatakan hadiah uang senilai US$ 913.000.


Tag


TERBARU

×