kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45908,54   -10,97   -1.19%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Serangan Besar Houthi Mengguncang Laut Merah, Kapal Perang AS & Inggris Bereaksi


Rabu, 10 Januari 2024 / 20:56 WIB
Serangan Besar Houthi Mengguncang Laut Merah, Kapal Perang AS & Inggris Bereaksi
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The MV Maersk Mc-Kinney Moller is led by pilot ships as it makes a port of call at a PSA International port terminal in Singapore, September 27, 2013. REUTERS/Edgar Su/File Photo


Sumber: Time,Time,Bloomberg | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kelompok bersenjata Houthi berbasis di Yaman pada Selasa (9/1) malam, melancarkan serangan rudal dan drone terbesar mereka terhadap jalur pelayaran komersial di Laut Merah.

Serangan ini memicu respons dari lima kapal perang Amerika Serikat dan Inggris yang berpatroli di wilayah tersebut. Pasukan sekutu melalui Komando Pusat AS dalam pernyataan resmi mengklaim berhasil menembak jatuh 18 drone, dua rudal jelajah anti-kapal, dan satu rudal balistik anti-kapal.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken memberikan peringatan kepada Houthi selama kunjungannya ke Timur Tengah, mengancam akan ada "konsekuensi" jika serangan terhadap kapal terus berlanjut. Hal ini menjadi peringatan terbaru dari Amerika Serikat dan sekutunya sejak peningkatan serangan oleh Houthi pada akhir tahun 2023.

Serangan tersebut merupakan yang ke-26 oleh pasukan Houthi terhadap pelayaran komersial di Laut Merah dilakukan sejak 19 November. Serangan Houti ini sebagai bentuk dukungan kepada Kemerdekaan Palestina, yang menghadapi aksi genosida pasukan pendudukan Israel di Jalur Gaza.

Houthi Attact

Meskipun serangan ini dianggap "kompleks," tidak ada laporan mengenai korban atau kerusakan pada kapal dagang yang menjadi sasaran.

Pejuang Houthi, yang telah lama didukung dan dilatih oleh Iran, terus meningkatkan serangan mereka terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Kondisi ini menciptakan ketegangan di kawasan tersebut.

Serangan Houthi ini juga menyebabkan banyak perusahaan pelayaran besar mengubah rute kapal mereka, menjauhi Laut Merah dan memilih rute yang lebih panjang melalui Afrika bagian selatan.

Hal ini berpotensi mengganggu rantai pasokan dan meningkatkan biaya pengangkutan, dengan dampak potensial terhadap perekonomian global dan inflasi.

Meskipun harga minyak mentah dunia saat ini masih relatif stabil, para pedagang tetap khawatir akan kemungkinan serangan berkepanjangan. Terusan Suez, yang terhubung ke Laut Merah, juga melihat penurunan jumlah transit ke level terendah sejak peristiwa blokade pada tahun 2021.

Ketegangan di kawasan semakin meningkat, terutama dengan perkembangan konflik antara Israel dan Hamas. AS, bersama sejumlah negara lainnya, telah berupaya meningkatkan keamanan di Laut Merah, meskipun saat ini belum ada tindakan militer langsung terhadap Houthi.

Penting untuk dicatat bahwa Arab Saudi, yang berbatasan dengan Yaman dan memiliki konflik dengan Houthi, khawatir bahwa tindakan militer dapat memicu respons lebih agresif dari pemberontak tersebut.

Perdana Menteri Qatar juga menolak tanggapan militer, memperingatkan bahwa hal itu hanya akan meningkatkan ketegangan regional.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×