kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Serangan Iran ke Israel Bikin Lalu Lintas Udara Timur Tengah Kacau


Senin, 15 April 2024 / 15:26 WIB
ILUSTRASI. Sebuah pesawat Qatar Airways terlihat di Doha, Qatar 5 Juni 2017.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Lalu lintas udara kawasan Timur Tengah mulai mengalami masalah menyusul serangan militer Iran ke Israel akhir pekan lalu. Penerbangan Eropa dan Asia terkena dampaknya.

Melansir Reuters, belasan maskapai penerbangan harus membatalkan atau mengubah rute penerbangan selama dua hari terakhir.

Beberapa maskapai besar yang terdampak di antaranya adalah Qantas, Lufthansa,  United Airlines, dan Air India.

OPSGROUP, lembaga pemantau wilayah udara dan bandara, mengatakan bahwa situasi ini merupakan gangguan terbesar terhadap perjalanan udara sejak serangan terhadap World Trade Center pada 11 September 2001.

Baca Juga: Samakan Negaranya dengan Israel, Zelensky Minta Barat Tetap Membantu Ukraina

"Sejak saat itu, kita belum pernah mengalami situasi dimana banyak wilayah udara ditutup secara berurutan, dan hal ini menciptakan kekacauan. Gangguan ini mungkin akan berlangsung hingga beberapa hari lagi," kata Mark Zee, founder OPSGROUP.

Gangguan lalu lintas udara ini diprediksi akan memberikan tekanan yang lebih berat bagi industri terkait yang saat ini sudah menghadapi sejumlah pembatasan akibat konflik antara Israel dan Hamas, serta Rusia dan Ukraina.

Zee menambahkan, wilayah udara Iran digunakan oleh maskapai penerbangan yang melakukan perjalanan antara Eropa dan Asia. Sekarang, maskapai terkait harus menggunakan dua rute alternatif yang memungkinkan, yaitu melalui Turki atau melalui Mesir dan Arab Saudi.

Baca Juga: Israel akan Bangun Koalisi Regional untuk Membalas Serangan Iran

Israel langsung menutup wilayah udaranya pada hari Sabtu (13/4), tak lama setelah ratusan drone dan rudal Iran menyerang negara tersebut. Pada Minggu pagi, wilayah udara negara itu kembali dibuka.

Yordania, Irak, dan Lebanon juga ikut membuka kembali wilayah udara mereka pada hari Minggu ketika serangan Iran usai.

Maskapai penerbangan besar Timur Tengah, seperti Emirates Airlines, Qatar Airways dan Etihad Airways pada hari Minggu mengatakan, mereka akan melanjutkan operasi di wilayah tersebut setelah membatalkan atau mengubah rute beberapa penerbangan.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×