kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Serangan Israel ke Lebanon Ancam Gencatan Senjata, Selat Hormuz Masih Tertutup


Kamis, 09 April 2026 / 21:04 WIB
Serangan Israel ke Lebanon Ancam Gencatan Senjata, Selat Hormuz Masih Tertutup
ILUSTRASI. Krisis Iran - Selat Hormuz (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - DUBAI/BEIRUT/ISLAMABAD. Serangan udara Israel ke sejumlah wilayah di Lebanon kembali memanaskan konflik kawasan dan mengancam kelangsungan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang baru diumumkan.

Dalam serangan terbesar sejak konflik meluas, lebih dari 250 orang dilaporkan tewas.

Di saat yang sama, upaya diplomasi mulai disiapkan. Pemerintah Pakistan mengunci ketat ibu kota Islamabad menjelang perundingan damai pertama, dengan pengamanan diperketat di sekitar Hotel Serena yang akan menjadi lokasi pertemuan delegasi AS dan Iran.

Namun, peluang kesepakatan masih dibayangi ketegangan di lapangan. Iran menegaskan tidak akan melanjutkan pembicaraan jika serangan Israel ke Lebanon terus berlanjut.

Baca Juga: Donald Trump Kembali Ancam Iran: Buka Selat Hormuz atau Diserang!

Sementara Israel menyatakan operasi militernya di Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata.

Perbedaan tafsir ini menjadi titik krusial. AS sejalan dengan Israel, menyebut Lebanon tidak masuk dalam kesepakatan. Sebaliknya, Iran dan Pakistan, yang berperan sebagai mediator, menyatakan Lebanon justru bagian eksplisit dari perjanjian tersebut.

Sejumlah negara Eropa seperti Inggris dan Prancis juga mendorong agar gencatan senjata diperluas ke Lebanon.

Di lapangan, situasi kian memburuk. Militer Israel mengklaim telah menewaskan keponakan pemimpin Hizbullah dan menggempur sejumlah titik strategis di Lebanon selatan serta pinggiran Beirut.

Serangan dilakukan tanpa peringatan evakuasi, menghantam kawasan padat penduduk.

Pemerintah Lebanon menetapkan hari berkabung nasional setelah serangan yang disebut pejabat setempat sebagai “pembantaian”. Tim penyelamat masih mencari korban di bawah reruntuhan.

Baca Juga: Selat Hormuz Tutup Harga Minyak Meletup, Simak Saham-Saham Pilihan Analis

“Kami lebih sering menemukan potongan tubuh daripada jasad utuh,” ujar seorang petugas penyelamat.

Hizbullah yang sempat menahan serangan sesuai gencatan senjata, kini kembali melancarkan aksi balasan ke wilayah Israel.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×