kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45916,25   -4,93   -0.53%
  • EMAS960.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Siap ambil tindakan tegas, China tolak keras penjualan senjata AS ke Taiwan


Selasa, 27 Oktober 2020 / 21:25 WIB
Siap ambil tindakan tegas, China tolak keras penjualan senjata AS ke Taiwan
ILUSTRASI. Sebuah jet tempur Indigenous Defense Fighter (IDF) dan rudal jelajah udara-ke-darat Wan Chien terlihat di Makung Air Force Base di Pulau Penghu, Taiwan, 22 September 2020.


Sumber: Xinhua | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China dengan tegas menentang penjualan senjata Amerika Serikat (AS) ke Taiwan senilai US$ 2,4 miliar, dan mendesak Washington membatalkan rencana tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan, penjualan sistem rudal Harpoon AS ke Taiwan sangat melanggar prinsip satu China dan tiga komunike bersama China-AS, terutama Komunike 17 Agustus.

Dan, secara serius mencampuri urusan dalam negeri China dan merusak kedaulatan juga kepentingan keamanan Tiongkok.

"Tindakan tersebut telah mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan separatis "kemerdekaan Taiwan" dan secara serius merusak hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan," kata Wang, Selasa (27/10), seperti dikutip Xinhua.

Baca Juga: Departemen Luar Negeri AS setujui penjualan senjata ke Taiwan senilai US$ 2,3 miliar

"China dengan tegas menentang ini," ujarnya menekankan.

Beijing mendesak AS untuk mematuhi prinsip satu China dan tiga komunike bersama China-AS, menghentikan penjualan senjata dan kontak militer dengan Taiwan, dan mencabut rencana penjualan senjata yang relevan.

"Untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di seluruh Selat Taiwan," sebut Wang.

"China akan mengambil tindakan yang sah dan perlu untuk secara tegas menjaga kedaulatan nasional dan kepentingan keamanannya," imbuh Wang.

Selanjutnya: Jual senjata ke Taiwan, China jatuhkan sanksi ke perusahaan AS

 




TERBARU

[X]
×