kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Siap operasi militer bersama, Jepang dan Australia bentuk pakta pertahanan


Selasa, 17 November 2020 / 19:02 WIB
Siap operasi militer bersama, Jepang dan Australia bentuk pakta pertahanan
PM Australia Scott Morrison bersama PM Jepang Yoshihide Suga berpose sebelum pertemuan di Tokyo, 17 November 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan pada Selasa (17/11), Jepang dan Australia telah mencapai kesepakatan luas tentang pakta pertahanan bilateral untuk memfasilitasi lebih banyak operasi dan latihan militer bersama.

Perkembangan tersebut semakin memperkuat hubungan pertahanan antara dua sekutu Amerika Serikat (AS) itu, pada saat China menegaskan perannya di kawasan tersebut dan negeri uak Sam sedang melalui transisi kepemimpinan.

Pakta yang disebut Perjanjian Akses Timbal Balik adalah kerangka hukum untuk memungkinkan pasukan Jepang dan Australia saling mengunjungi serta melakukan latihan dan operasi militer bersama di wilayah masing-masing.

Suga mengumumkan pakta pertahanan Jepang dan Australia tersebut selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Scott Morrison yang melakukan kunjungan kerja ke Tokyo.

Baca Juga: Laut China Selatan siap bergolak, China gelar 2 latihan militer serentak

Ini akan menjadi perjanjian pertama Jepang yang mencakup kehadiran militer asing di wilayahnya sejak menandatangani kesepakatan pada 1960, yang memungkinkan AS menempatkan kapal perang, jet tempur, dan ribuan pasukan di dalam dan sekitar Jepang.

Perjanjian dengan Jepang tersebut sebagai bagian dari aliansi militer yang Washington gambarkan merupakan landasan keamanan regional.

Jepang dan Australia telah merundingkan kesepakatan pertahanan selama enam tahun. Tapi, perjanjian itu masih perlu diratifikasi oleh parlemen kedua negara.

Selanjutnya: Keamanan di Laut China Selatan memanas, Asia Pasifik dilanda kecemasan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×