kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Siap operasi militer bersama, Jepang dan Australia bentuk pakta pertahanan


Selasa, 17 November 2020 / 19:02 WIB
Siap operasi militer bersama, Jepang dan Australia bentuk pakta pertahanan
PM Australia Scott Morrison bersama PM Jepang Yoshihide Suga berpose sebelum pertemuan di Tokyo, 17 November 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Perdana Menteri Yoshihide Suga mengatakan pada Selasa (17/11), Jepang dan Australia telah mencapai kesepakatan luas tentang pakta pertahanan bilateral untuk memfasilitasi lebih banyak operasi dan latihan militer bersama.

Perkembangan tersebut semakin memperkuat hubungan pertahanan antara dua sekutu Amerika Serikat (AS) itu, pada saat China menegaskan perannya di kawasan tersebut dan negeri uak Sam sedang melalui transisi kepemimpinan.

Pakta yang disebut Perjanjian Akses Timbal Balik adalah kerangka hukum untuk memungkinkan pasukan Jepang dan Australia saling mengunjungi serta melakukan latihan dan operasi militer bersama di wilayah masing-masing.

Suga mengumumkan pakta pertahanan Jepang dan Australia tersebut selama konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Scott Morrison yang melakukan kunjungan kerja ke Tokyo.

Baca Juga: Laut China Selatan siap bergolak, China gelar 2 latihan militer serentak

Ini akan menjadi perjanjian pertama Jepang yang mencakup kehadiran militer asing di wilayahnya sejak menandatangani kesepakatan pada 1960, yang memungkinkan AS menempatkan kapal perang, jet tempur, dan ribuan pasukan di dalam dan sekitar Jepang.

Perjanjian dengan Jepang tersebut sebagai bagian dari aliansi militer yang Washington gambarkan merupakan landasan keamanan regional.

Jepang dan Australia telah merundingkan kesepakatan pertahanan selama enam tahun. Tapi, perjanjian itu masih perlu diratifikasi oleh parlemen kedua negara.

Selanjutnya: Keamanan di Laut China Selatan memanas, Asia Pasifik dilanda kecemasan




TERBARU

[X]
×