CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.007,80   -0,91   -0.09%
  • EMAS995.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Siap saingi rudal Tsirkon Rusia, AS sukses luncurkan rudal hispersonik HAWC


Minggu, 03 Oktober 2021 / 07:10 WIB
Siap saingi rudal Tsirkon Rusia, AS sukses luncurkan rudal hispersonik HAWC


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) akhirnya berhasil meluncurkan rudal hipersonik terbarunya dalam program uji coba pada hari Senin (27/9). Mampu melesat lebih dari lima kali kecepatan suara, rudal ini siap bersaing dengan rudal Tsirkon Rusia.

Badan Proyek Penelitian Lanjutan Pertahanan  (DARPA) mengatakan bahwa uji terbang senjata yang bernama Hypersonic Air-breathing Weapon Concept (HAWC) telah berlangsung minggu lalu.

"Ini membawa kita selangkah lebih dekat untuk mentransisikan HAWC ke program yang menawarkan kemampuan generasi berikutnya untuk militer AS," ungkap Andrew Knoedler, manajer program HAWC di Kantor Teknologi Taktis DARPA, seperti dikutip Reuters.

Senjata hipersonik HAWC ini dilaporkan mampu melesat dengan kecepatan lebih dari lima kali kecepatan suara, atau sekitar 6.200 kilometer per jam. Rudal yang dibuat oleh Raytheon Technologies ini dilepaskan dari pesawat beberapa detik sebelum mesin scramjet (supersonic combustion ramjet) menyala.

Pada tahun 2019, Raytheon bekerja sama dengan Northrop Grumman untuk mengembangkan dan memproduksi mesin untuk senjata hipersonik. Teknologi mesin scramjet buatan Northrop adalah kunci dari penerbangan berkelanjutan pada kecepatan hipersonik.

Baca Juga: Meluncur dari kapal perang, uji coba rudal hipersonik Tsirkon Rusia selesai

Dan Olson, wakil presiden Divisi Sistem Senjata Northrop Grumman, mengakui butuh waktu puluhan tahun serta teknik manufaktur yang maju untuk mewujudkan hal ini.

Presiden unit bisnis Rudal & Pertahanan Raytheon, Wes Kremer, mengatakan bahwa Pentagon telah mengidentifikasi senjata hipersonik dan kemampuan kontra-hipersonik sebagai prioritas teknis tertinggi untuk keamanan negara.

"Amerika Serikat, dan sekutu kita, harus memiliki kemampuan untuk menghalangi penggunaan senjata ini dan kemampuan untuk mengalahkannya," kata Kremer.

DARPA menjelaskan bahwa HAWC bisa beroperasi secara optimal di atmosfer yang kaya oksigen. Di kondisi itu, kecepatan dan kemampuan manuver HAWC menjadi sulit untuk dideteksi secara tepat waktu.

HAWC bisa menyerang target jauh lebih cepat daripada rudal subsonik dan memiliki energi kinetik yang signifikan bahkan tanpa bahan peledak tinggi.

Selanjutnya: Korea Utara kembali uji coba peluncuran misil, kali ini rudal anti-pesawat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×