kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,44   -0,26   -0.03%
  • EMAS918.000 -1,50%
  • RD.SAHAM -0.33%
  • RD.CAMPURAN -0.01%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Siap saingi UEA, Arab Saudi gelontorkan US$ 133 miliar untuk sektor transportasi


Selasa, 06 Juli 2021 / 10:28 WIB
Siap saingi UEA, Arab Saudi gelontorkan US$ 133 miliar untuk sektor transportasi
ILUSTRASI. Arab Saudi akan memperbaharui sejumlah infrastruktur pendukung transportasi untuk menyaingi UEA dan Qatar

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arab Saudi akan menginvestasikan lebih dari 500 miliar riyal atau setara US$ 133,34 miliar untuk bandara, pelabuhan laut, kereta api, dan infrastruktur lainnya pada akhir dekade ini. Hal tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjadikan Arab Saudi sebagai pusat transportasi dan logistik global.

Mengutip Reuters, Menteri Transportasi dan Layanan Logistik Saleh bin Nasser al-Jasser mengatakan pada sebuah acara di Arab Saudi bahwa strategi tersebut mencakup banyak proyek besar, dengan lebih dari 500 miliar riyal dialokasikan untuk investasi.

Strategi ini merupakan kebijakan ekonomi terbaru untuk menempatkan Riyadh dalam persaingan dengan Uni Emirat Arab (UEA) sebagai pusat bisnis, perdagangan, dan pariwisata di kawasan itu.

Di acara yang sama, Abdulaziz Al-Duauilj, Kepala Otoritas Penerbangan juga bilang bahwa Arab Saudi berencana untuk meningkatkan jumlah rute penerbangan internasional dari 99 menjadi lebih dari 250 dan lebih dari tiga kali lipat total lalu lintas penumpang tahunan dari 103 juta pada 2019 menjadi 330 juta pada tahun 2030 mendatang. 

Jaringan internasional kerajaan Arab ini sebenarnya lebih kecil daripada negara-negara tetangga yang ukurannya lebih kecil, seperti UEA atau Qatar, yang keduanya merupakan pusat transit lalu lintas udara besar.

Baca Juga: Tantang Emirates dan Qatar Airways, Arab Saudi Bikin Maskapai Penerbangan Baru

Al-Duauilj mengatakan, kapasitas tahunan di Bandara Internasional King Khalid Riyadh dan Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah masing-masing akan meningkat menjadi 100 juta penumpang tanpa menyebutkan kapan hal tersebut dapat terealisasi.

Dia menambahkan, Arab Saudi bertujuan untuk menjadi pusat logistik angkutan udara global dengan menangani 4,5 juta ton kargo udara per tahun naik dari 900.000 pada 2019.

Arab Saudi sebelumnya mengumumkan, maskapai nasional baru akan diluncurkan sebagai bagian dari strategi, yang bertujuan menjadikan kerajaan itu sebagai pusat transit penumpang udara global terbesar kelima.

Kabarnya, maskapai baru ini akan menargetkan lalu lintas transit internasional, dan akan bersaing langsung dengan raksasa Emirates dan Qatar Airways yang sudah lebih dahulu mengusai pasar.

Sementara itu, maskapai penerbangan Arab Saudi lainnya, seperti Saudia milik negara dan anak perusahaan berbiaya rendah Flyadeal, sebagian besar mengoperasikan layanan domestik dan penerbangan point-to-point ke dan dari negara berpenduduk 35 juta orang itu.

 

Selanjutnya: Laba Samsung Electronics diprediksi naik 38% di kuartal II-2021, ini alasannya

 




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Virtual Selling: How to win sales remotely Optimasi alur Pembelian hingga pembayaran

[X]
×