Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS) menunjuk lima bank untuk mengatur penerbitan obligasi hijau (green bond) infrastruktur bertenor 20 tahun dengan nilai minimum S$ 2,1 miliar atau sekitar US$ 1,63 miliar.
Mengutip Reuters, Selasa (21/7/2026), kelima bank tersebut adalah DBS, Deutsche Bank, HSBC, OCBC, dan Standard Chartered.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun Selasa (21/7) Pagi, Brent ke US$ 88,87 & WTI ke US$ 82,47
Berdasarkan dokumen mandat yang ditinjau Reuters, obligasi berdenominasi dolar Singapura tersebut akan jatuh tempo pada Agustus 2046 dan berpotensi diterbitkan paling cepat pekan ini, bergantung pada kondisi pasar.
Dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan sesuai kerangka green bond Singapura, yang digunakan untuk membiayai proyek-proyek berkelanjutan yang memenuhi kriteria lingkungan.
Skema tersebut juga mewajibkan pemerintah menyampaikan laporan tahunan mengenai dampak lingkungan dari proyek-proyek yang dibiayai menggunakan dana obligasi tersebut.
Penerbitan ini merupakan bagian dari upaya Singapura memperluas pembiayaan hijau sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur yang ramah lingkungan.
Baca Juga: Kalah Piala Dunia 2026, Lionel Messi: Luka Ini akan Membutuhkan Waktu untuk Sembuh
Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa Singapura masih mempertahankan peringkat kredit tertinggi (triple-A) dari tiga lembaga pemeringkat utama dunia, yakni Moody's (Aaa), S&P Global Ratings (AAA), dan Fitch Ratings (AAA).
Peringkat kredit yang tinggi tersebut mencerminkan kuatnya fundamental fiskal Singapura dan diharapkan dapat mendukung minat investor terhadap penerbitan obligasi hijau tersebut.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
