kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Sinyal suku bunga rendah dari The Fed


Kamis, 21 November 2013 / 09:43 WIB
ILUSTRASI. India mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya telah memblokir 119 rekening bank yang terkait dengan bisnis Vivo. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Bloomber | Editor: Dessy Rosalina

WASHINGTON. Sinyal kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) terhadap kelanjutan stimulus memang masih samar-samar. Namun, The Fed memberikan sinyal kuat terkait kebijakan suku bunga.

Ben S. Bernanke, Gubernur The Fed bilang, bakal terus menerapkan era suku bunga murah. "Tingkat suku bunga tetap mendekati nol untuk waktu yang lama, bahkan setelah masa stimulus berakhir," ujar Bernanke, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (20/11).

Bernanke meyakinkan pelaku pasar bahwa kebijakan penghentian stimulus berbeda dan tidak selalu seirama dengan kenaikan suku bunga. "Penarikan stimulus lebih karena The Fed meyakini bahwa ekonomi AS telah cukup kuat. Tapi suku bunga belum akan naik," tandas Bernanke.

Ia menambahkan, kebijakan suku bunga rendah saat ini terbukti sangat menopang pemulihan daya beli konsumen dan sektor perumahan. "Pasar tenaga kerja pun terus membaik. The Fed akan terus mempertahankan pemulihan,” katanya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×