kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45825,81   2,76   0.34%
  • EMAS948.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.61%
  • RD.CAMPURAN -0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Sistem rudal HQ-17AE China siap untuk ekspor, mampu hentikan rudal supersonik


Minggu, 14 Maret 2021 / 10:05 WIB
Sistem rudal HQ-17AE China siap untuk ekspor, mampu hentikan rudal supersonik

Sumber: Global Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Di tengah perlombaan senjata yang makin sengit belakangan ini, China nampaknya semakin siap membanjiri pasar pertahanan dengan produk dalam negerinya. Yang terbaru, China mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara HQ-17AE kini sudah siap untuk diekspor.

Dikembangkan oleh China Aerospace Science and Industry Corporation (CASIC) yang merupakan perusahaan milik negara, HQ-17AE memiliki merangkaian parameter kinerja yang tinggi dan mampu terintegrasi dengan banyak teknologi canggih. Sistem pertahanan buatan dalam negeri ini diprediksi sangat cocok dalam perang modern.

Pada tanggal 1 Oktober 2019 lalu, HQ-17A pertama kali tampil di parade militer Hari Nasional di Beijing. Berbeda dengan seri HQ-17AE, unit yang muncul pada tahun 2019 diyakini sebagai versi penggunaan domestik.

Baca Juga: Rudal jelajah hipersonik BrahMos akan jadi andalan baru Angkatan Darat Filipina

Kepada Global Times, CASIC menjelaskan bahwa sistem pertahanan terbaru mereka ini memiliki kemampuan untuk mencegat target dengan kemampuan tingi dan menahan serangan saturasi.

Bukan hanya itu, HQ-17AE juga bisa mengintegrasikan semua fungsi ke dalam satu kendaraan yang dilengkapi dengan sasis off-road beroda dengan mobilitas tinggi. Oleh CASIC, sistem ini disebut sebagai "pemburu pesawat dengan ketinggian rendah".

HQ-17AE dilengkapi sejumlah teknologi canggih seperti radar array, sistem rudal vertikal, sistem dorongan dan putaran langsung, serta bagian sayap ekor yang dapat diputar.

Masing-masing kendaraan HQ-17AE mampu membawa delapan buah rudal dan mampu mengerahkan empat rudal untuk menyerang empat target secara bersamaan.

Baca Juga: Mengintip kemampuan Fengniao, drone mungil China pesaing Black Hornet milik AS




TERBARU

[X]
×