CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Situasi di perbatasan Ukraina memanas, Rusia siap ambil semua langkah jika diperlukan


Selasa, 30 November 2021 / 20:17 WIB
Situasi di perbatasan Ukraina memanas, Rusia siap ambil semua langkah jika diperlukan
ILUSTRASI. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. REUTERS/Beawiharta


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuduh NATO mengerahkan sejumlah besar perangkat keras militer di dekat perbatasan Rusia. Dia menegaskan, Moskow bisa menanggapi ancaman keamanan dari negara-negara Barat dan Ukraina jika perlu.

Pejabat AS, NATO, dan Ukraina telah meningkatkan kewaspadaan dalam beberapa pekan terakhir atas apa yang mereka katakan sebagai gerakan pasukan Rusia yang tidak biasa di dekat perbatasan Ukraina.

Mereka menyebutkan, Rusia mungkin bersiap untuk melancarkan serangan. Tapi, Moskow membantah rencana untuk melakukannya.

Lavrov mengatakan, manuver militer Ukraina dan penggunaan pesawat tak berawak di Timur negara itu, yang dikuasai oleh separatis pro-Rusia, merupakan ancaman bagi Rusia, dan Moskow siap untuk merespons jika diperlukan.

Baca Juga: Ukraina: Invasi Rusia bisa terjadi dalam sekejap, kami harus bertindak cepat

"Kami tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa Kyiv (Ukraina) akan melakukan petualangan militer," katanya dalam konferensi pers di Moskow, Selasa (30/11), seperti dikutip Reuters.

"Presiden (Rusia Vladimir) Putin menekankan, kami tidak membutuhkan konflik tetapi jika Barat tidak bisa menahan Ukraina, dan sebaliknya mendorongnya, tentu saja kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk memastikan keamanan kami," tegas dia.

Menanggapi kecemasan tentang penumpukan pasukannya, Rusia telah berulang kali menyatakan, mereka bebas untuk memindahkan pasukannya di wilayahnya sendiri dan gerakan semacam itu seharusnya tidak perlu dikhawatirkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×