Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis jutaan dokumen baru terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Ini menjadi rilis terbesar sejak undang-undang mewajibkan seluruh dokumen terkait Epstein dibuka ke publik.
BBC News melaporkan, sebanyak sekitar 3 juta halaman, 180.000 gambar, dan 2.000 video dipublikasikan. Rilis ini dilakukan enam minggu setelah DOJ melewati tenggat waktu yang ditetapkan dalam undang-undang yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump.
Wakil Jaksa Agung Todd Blanche menyebut rilis ini sebagai akhir dari proses panjang peninjauan dokumen untuk memastikan transparansi kepada publik.
Keterkaitan dengan Tokoh-Tokoh Terkenal
Dokumen terbaru memuat berbagai email, catatan investigasi, serta informasi tentang masa Epstein di penjara dan kematiannya. Juga termasuk berkas terkait Ghislaine Maxwell, rekan Epstein yang telah divonis karena membantu perdagangan anak di bawah umur.
Banyak dokumen menunjukkan hubungan Epstein dengan sejumlah tokoh ternama dunia, meski dicantumkan bahwa munculnya nama tidak otomatis berarti adanya pelanggaran hukum.
Baca Juga: Geopolitik Global: Aliansi Putin-Xi Mengguncang Status Taiwan
Pangeran Andrew Jadi Sorotan
Sejumlah email mengaitkan Epstein dengan sosok yang disebut sebagai “The Duke”, yang diyakini merujuk pada Pangeran Andrew. Email tersebut membahas rencana makan malam di Istana Buckingham dan tawaran untuk memperkenalkan seorang perempuan asal Rusia.
Dokumen juga memuat foto yang disebut menyerupai Pangeran Andrew dalam situasi kontroversial. Namun, tidak ada bukti langsung yang menunjukkan tindak pidana. Pangeran Andrew selama ini berulang kali membantah melakukan pelanggaran.
Email juga menunjukkan kemungkinan komunikasi dengan Sarah Ferguson, mantan istri Pangeran Andrew.
Nama Richard Branson dan Tokoh Asing Lain
Nama pendiri Virgin Group, Richard Branson, juga muncul dalam sejumlah email. Virgin Group menegaskan bahwa kontak Branson dengan Epstein terbatas, bersifat bisnis, dan terjadi lebih dari 12 tahun lalu.
Di Eropa, seorang pejabat tinggi Slovakia dilaporkan mengundurkan diri setelah pesan singkatnya dengan Epstein terungkap dalam dokumen.
Baca Juga: Ketegangan Iran-AS Memuncak: Ini Titik Balik Ancaman Khamenei
Dugaan Transaksi ke Akun Terkait Lord Mandelson
Dokumen perbankan menunjukkan Epstein diduga mengirim total US$ 75.000 ke akun yang terkait dengan Lord Mandelson, politisi Inggris. Mandelson menyatakan tidak mengingat atau tidak mengetahui keaslian dokumen tersebut dan menyesalkan hubungan masa lalunya dengan Epstein.
Trump Disebut Ratusan Kali
Nama Donald Trump muncul ratusan kali dalam dokumen. Namun, sebagian besar berupa laporan tip yang belum diverifikasi. Pemerintah AS menegaskan bahwa sejumlah klaim terhadap Trump bersifat tidak berdasar dan sensasional.
Trump sendiri telah membantah mengetahui kejahatan Epstein dan menyatakan hubungan mereka telah lama berakhir.
Elon Musk dan Undangan ke Pulau Epstein
Dokumen juga memuat korespondensi email antara Epstein dan Elon Musk. Dalam beberapa email, Musk menanyakan soal pesta di pulau Epstein dan membahas kemungkinan kunjungan.
Namun, tidak ada bukti bahwa Musk benar-benar pernah mengunjungi pulau tersebut. Musk menyatakan bahwa email-email itu bisa disalahartikan dan menegaskan fokus utamanya adalah agar para pelaku kejahatan terhadap anak di bawah umur benar-benar diproses hukum.
Tonton: Interpol Terbitkan Red Notice Riza Chalid, Buronan Korupsi Pertamina Diburu 196 Negara
Bill Gates Bantah Tuduhan
Dokumen juga memuat email yang diklaim berasal dari Epstein yang menyinggung Bill Gates, termasuk tuduhan sensasional. Juru bicara Gates menyebut klaim tersebut “absurd dan sepenuhnya tidak benar”, serta menilai dokumen itu menunjukkan upaya Epstein untuk mencemarkan nama baik.
Kritik Soal Identitas Korban
Pengacara hak perempuan Gloria Allred mengkritik rilis dokumen ini karena dinilai masih menampilkan nama dan foto sejumlah korban yang seharusnya dilindungi identitasnya. DOJ menyatakan sedang melakukan perbaikan dan redaksi tambahan untuk melindungi para penyintas.
Apakah Ini Rilis Terakhir?
Meski DOJ menyebut proses peninjauan dokumen telah selesai, Partai Demokrat menilai masih ada jutaan halaman dokumen yang belum dirilis. Hal ini memicu pertanyaan apakah seluruh arsip Epstein benar-benar sudah dibuka.
Isu Epstein masih memicu kecurigaan publik bahwa ada upaya melindungi tokoh-tokoh berpengaruh yang pernah berhubungan dengannya.












