kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.945   32,00   0,18%
  • IDX 6.026   -10,60   -0,18%
  • KOMPAS100 776   -1,38   -0,18%
  • LQ45 595   -0,90   -0,15%
  • ISSI 209   -0,42   -0,20%
  • IDX30 331   0,29   0,09%
  • IDXHIDIV20 423   0,54   0,13%
  • IDX80 89   -0,20   -0,22%
  • IDXV30 115   0,00   0,00%
  • IDXQ30 108   0,11   0,10%

Soal senjata nuklir, Korea Utara: Korea Selatan harus berhenti ikut campur


Selasa, 07 Juli 2020 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. Rudal balistik Korea Utara. Korea Utara dan Korea Selatan kembali memanas soal senjata nuklir. REUTERS/KCNA ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. SOUTH KOREA OUT. NO THIRD PARTY


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

Trump dan Kim bertemu untuk pertama kalinya pada tahun 2018 di Singapura yang meningkatkan harapan untuk mengakhiri negosiasi program nuklir Pyongyang. 

Namun KTT kedua mereka, pada 2019 di Vietnam berakhir dengan berantakan.

Baca Juga: Hubungan dengan China menegang, India borong senjata senilai Rp 80 triliun

Yang Moo-jin, seorang profesor di Universitas Studi Korea Utara di Seoul, mengatakan pernyataan Kwon mencerminkan ketegangan antar-Korea yang masih berlangsung dan pandangan Pyongyang bahwa masalah nuklir harus didiskusikan hanya dengan Washington.

"Hal ini juga menyarankan bahwa Korea Utara akan membuang konsep negosiasi masa lalu di mana Korea Selatan memainkan peran perantara, dan tidak akan kembali ke meja tanpa konsesi utama AS," kata Yang.




TERBARU

[X]
×