kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

SoftBank Bukukan Laba Rp 120 Triliun Seiring Pemulihan Kinerja Vision Fund


Rabu, 13 November 2024 / 13:14 WIB
SoftBank Group catat laba Rp 120 triliun di kuartal III-2024, didorong kenaikan harga saham perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Vision Fund.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  TOKYO. SoftBank Group mencatat laba bersih sebesar 1,18 triliun yen (US$ 7,7 miliar) atau sekitar Rp 120 triliun (kurs Rp 15.700) pada kuartal yang berakhir September, didorong oleh kenaikan harga saham perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam Vision Fund. 

Hasil ini jauh melampaui prediksi para analis yang memperkirakan laba sebesar 287 miliar yen (US$ 1,87 miliar), dan juga merupakan pembalikan dari kerugian 931 miliar yen pada periode yang sama tahun lalu.

Pendekatan SoftBank yang lebih hati-hati dalam berinvestasi mulai membuahkan hasil. Sebelumnya, perusahaan yang dipimpin oleh Masayoshi Son ini mengalami masa sulit akibat kenaikan suku bunga yang menurunkan nilai investasi di perusahaan rintisan teknologi.

Baca Juga: Kecerdasan Buatan yang 10.000 Kali Lebih Cerdas dari Manusia Akan Muncul pada 2035?

Kini, beberapa valuasi tersebut mulai pulih, memberikan Vision Fund keuntungan investasi sebesar 608 miliar yen. Vision Fund telah mencatat hasil positif dalam empat dari lima kuartal terakhir.

"Kami belajar dari kerugian besar sebelumnya di Vision Fund dan kini lebih konservatif, sehingga menghasilkan laba yang baik," kata Kepala Keuangan SoftBank, Yoshimitsu Goto. 

Ia juga menyampaikan harapan besar terhadap perusahaan-perusahaan dalam portofolio Vision Fund yang semakin dekat dengan pencatatan saham publik.

Goto menambahkan, meskipun SoftBank telah mengurangi eksposur langsungnya ke China, ia tetap memantau dampak potensial dari kebijakan pemerintahan Donald Trump yang akan datang terhadap portofolionya. 

Baca Juga: Bursa Jepang Berakhir Naik setelah Hari Bergejolak Rabu (7/8), BOJ Tenangkan Pasar

Beberapa investasi terbesar Vision Fund, seperti Didi dari China, tetap terpusat di negara tersebut, namun menurut CFO Vision Fund, Navneet Govil, perusahaan-perusahaan yang mereka investasikan tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan kebijakan pemerintah.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×