Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Mantan Ketua bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve, Alan Greenspan, meninggal dunia pada Senin (22/6/2026) pada usia 100 tahun. Kabar ini dilaporkan NBC News, menyebutkan bahwa Greenspan wafat di kediamannya akibat komplikasi penyakit Parkinson.
Greenspan dikenal sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam sejarah kebijakan moneter global. Ia memimpin The Fed dari Agustus 1987 hingga Januari 2006 dan memainkan peran besar dalam membentuk arah ekonomi Amerika Serikat selama hampir dua dekade.
Sosok Kunci di Balik Pertumbuhan Ekonomi AS
Selama masa kepemimpinannya, Greenspan mengawasi salah satu periode ekspansi ekonomi terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat, yakni pertumbuhan tanpa gangguan dari Maret 1991 hingga Maret 2001.
Ia dikenal dengan pendekatan kebijakan moneter yang cenderung fleksibel, termasuk membiarkan ekonomi tumbuh tanpa menaikkan suku bunga secara agresif meski terdapat kekhawatiran inflasi yang akhirnya tidak terjadi. Kebijakan ini mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuatnya dijuluki sebagai “maestro” ekonomi.
Dalam periode tersebut, Amerika Serikat juga mengalami lonjakan produktivitas pada pertengahan 1990-an yang membantu menahan inflasi tetap rendah meskipun ekonomi tumbuh pesat.
Julukan “Maestro” dan Pengaruh Global
Greenspan sering dianggap sebagai “tokoh paling berkuasa kedua di Amerika Serikat setelah presiden” karena pengaruh besar The Fed terhadap arah ekonomi global melalui kebijakan suku bunga.
Baca Juga: AS dan Iran Sepakati Peta Jalan Perdamaian, Targetkan Kesepakatan Final dalam 60 Hari
Ia juga dikenal dengan gaya komunikasi yang sangat hati-hati dan tidak langsung, hingga melahirkan istilah “Fed speak” — bahasa tersirat yang sering dianalisis ketat oleh pasar dan ekonom.
“Apa yang saya pelajari di The Fed adalah bahasa baru yang disebut ‘bahasa The Fed’. Kami belajar berbicara dengan ketidakjelasan yang terukur.” ujarnya.
Dari “Irrational Exuberance” hingga Krisis Finansial
Greenspan sempat memperingatkan adanya euforia pasar saham pada 1996 dengan istilah “irrational exuberance” atau “euforia tidak rasional”. Namun ia kemudian menarik kembali pernyataan tersebut dengan alasan bahwa tugas bank sentral bukan menilai harga aset secara langsung.
Meski demikian, kebijakan moneter era Greenspan kemudian banyak dikritik karena dianggap turut mendorong terbentuknya gelembung aset, khususnya di sektor perumahan yang akhirnya pecah dan memicu krisis keuangan global 2007–2009.
Kritik juga datang dari pendekatannya yang cenderung longgar terhadap regulasi sektor keuangan, yang dinilai memberi ruang bagi bank untuk mengambil risiko besar di pasar properti.
Reputasi yang Naik-Turun
Sejumlah ekonom menilai bahwa penilaian terhadap Greenspan terlalu ekstrem, baik saat dipuja maupun saat dikritik.
“Saya pikir pengkultusan yang terjadi tepat sebelum krisis keuangan tidak sepenuhnya pantas, dan kritik keras setelah ia pensiun juga tidak sepenuhnya adil,” kata Stephen Oliner, mantan pejabat The Fed.
Terjemahan:
Karier Panjang dan Pengaruh Politik
Greenspan ditunjuk pertama kali oleh Presiden Ronald Reagan pada 1987 dan kemudian kembali diangkat oleh tiga presiden AS berikutnya, yakni George H.W. Bush, Bill Clinton, dan George W. Bush.
Selain kebijakan moneter, ia juga dikenal sebagai figur kuat di Washington yang mampu memengaruhi pengambilan keputusan politik dan ekonomi di tingkat tertinggi.
Namun sebagian pengamat menilai independensinya sempat dipertanyakan ketika ia mendukung pemotongan pajak pada era Presiden George W. Bush.
Baca Juga: Keir Starmer Umumkan Mundur, Inggris Siapkan Transisi Kepemimpinan Baru
Dari Musisi Jazz ke Pusat Kekuasaan Ekonomi Dunia
Lahir di New York pada 6 Maret 1926, Greenspan awalnya menekuni musik dan sempat belajar klarinet di Juilliard School serta bermain dalam grup musik swing sebelum beralih ke ekonomi di New York University.
Sebelum memimpin The Fed, ia pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ekonomi di era Presiden Gerald Ford serta menjalankan firma konsultan ekonomi Townsend-Greenspan & Co.
Di luar dunia ekonomi, ia juga dikenal dekat dengan penulis Ayn Rand, yang dikenal dengan filsafat pasar bebas.
Warisan Kebijakan dan Era Baru The Fed
Setelah era Greenspan, Federal Reserve mulai mengubah pendekatan kebijakan secara signifikan. Bank sentral kini lebih transparan, lebih sering memberikan komunikasi publik, serta mengembangkan berbagai instrumen untuk menghadapi krisis keuangan modern.
Greenspan meninggalkan The Fed pada 2006 pada usia 80 tahun dan kemudian bekerja sebagai konsultan ekonomi melalui perusahaan pribadinya.














