kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   -42,00   -0,23%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Jerome Powell Peringatkan Bahaya Intervensi Politik terhadap The Fed


Senin, 01 Juni 2026 / 14:17 WIB
Jerome Powell Peringatkan Bahaya Intervensi Politik terhadap The Fed
ILUSTRASI. Mantan Ketua The Fed Jerome Powell memperingatkan bahaya politisasi bank sentral AS. Ia menyerukan pentingnya menjaga institusi demokrasi negara tersebut. (KONTAN/The Fed)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Mantan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memperingatkan bahaya politisasi bank sentral Amerika Serikat serta menyerukan pentingnya menjaga institusi demokrasi negara tersebut dalam pidato publik pertamanya setelah mengakhiri masa jabatan delapan tahun sebagai pimpinan bank sentral AS.

Dalam pidato yang disiapkan untuk menerima penghargaan John F. Kennedy Profile in Courage Award yang diberikan oleh John F. Kennedy Library Foundation pada Minggu (31/5), Powell menegaskan bahwa institusi demokrasi membutuhkan waktu dan upaya panjang untuk dibangun, namun dapat rusak dalam waktu singkat.

"Institusi demokrasi membutuhkan waktu, usaha, dan kesabaran yang sangat besar untuk dibangun, tetapi dapat dihancurkan dengan sangat cepat," ujar Powell.

Ia menambahkan bahwa berbagai institusi utama di Amerika Serikat perlu dipertahankan meskipun tetap harus terus diperbaiki.

"Sangat penting bagi kita untuk menjaga hal-hal baik dari institusi-institusi ini, bahkan ketika kita terus berupaya untuk memperbaikinya," kata Powell.

Powell menyebut Federal Reserve, lembaga peradilan, dan universitas sebagai institusi inti yang menjadi fondasi keberhasilan Amerika Serikat serta menopang posisi negara itu di panggung global.

Baca Juga: AS Tutup Celah Ekspor Chip AI Nvidia ke Perusahaan China di Luar Negeri

Menurut Powell, The Fed saat ini tengah menghadapi tekanan besar akibat meningkatnya intervensi politik.

"Seperti banyak institusi lainnya, The Fed sedang menjalani ujian ketahanan," ujar Powell.

Pernyataan tersebut muncul di tengah berbagai tekanan yang datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, termasuk upaya pemecatan Gubernur The Fed Lisa Cook, desakan agar Powell mengundurkan diri, hingga penyelidikan pidana terhadap dirinya.

Tetap Bertahan di Dewan Gubernur The Fed

Masa jabatan Powell sebagai Ketua The Fed secara resmi berakhir pada 15 Mei 2026. Posisinya kemudian digantikan oleh Kevin Warsh yang dilantik sebagai Ketua The Fed pada 22 Mei 2026.

Meski tidak lagi menjabat sebagai ketua, Powell memutuskan tetap menjadi anggota Dewan Gubernur Federal Reserve. Keputusan tersebut sebagian didorong oleh kekhawatirannya terhadap ancaman yang masih membayangi independensi bank sentral AS.

Langkah itu juga secara efektif menghalangi Presiden Trump untuk menunjuk anggota baru Dewan Gubernur The Fed dalam waktu dekat.

Powell menegaskan bahwa struktur Federal Reserve dirancang agar dapat mengambil keputusan kebijakan moneter tanpa campur tangan politik.

"Perlindungan-perlindungan ini telah memberikan manfaat besar bagi masyarakat, dan pemerintahan dari kedua partai selama ini menghormatinya," kata Powell.

Ia memperingatkan bahwa jika suatu pemerintahan berhasil memberhentikan pejabat The Fed hanya karena perbedaan pandangan kebijakan, maka preseden tersebut dapat diikuti oleh pemerintahan berikutnya.

"Jika ada pemerintahan yang menemukan cara untuk memberhentikan pejabat The Fed karena perbedaan kebijakan, maka pemerintahan-pemerintahan berikutnya juga akan melakukan hal yang sama. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan bahwa bank sentral membuat keputusan semata-mata berdasarkan apa yang terbaik bagi seluruh rakyat Amerika," tegasnya.

Baca Juga: Netanyahu Perintahkan Pasukan Israel Perluas Operasi Darat di Lebanon

Dianggap Menjaga Independensi Bank Sentral

Saat mengumumkan pemberian penghargaan kepada Powell awal tahun ini, John F. Kennedy Library Foundation menyatakan bahwa Powell telah menunjukkan keberanian luar biasa dalam mempertahankan independensi salah satu institusi paling penting di Amerika Serikat.

Yayasan tersebut menyebut Powell telah "melindungi salah satu institusi nonpartisan paling penting di negara ini dan menunjukkan keberanian luar biasa di tengah risiko pribadi maupun profesional yang terus-menerus dihadapinya."

Selain Powell, penghargaan tahun ini juga diberikan kepada warga Minneapolis dan St. Paul atas respons publik mereka terhadap peningkatan penegakan aturan imigrasi di kawasan Twin Cities.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas aksi protes masyarakat serta berbagai upaya pemantauan terhadap pelaksanaan kebijakan penegakan imigrasi oleh pemerintah.


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×