Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - LAS VEGAS. Sony Honda Mobility kembali menunjukkan komitmennya di pasar kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global dengan memperkenalkan prototipe mobil listrik terbarunya dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat, pada Senin waktu setempat.
Peluncuran ini terbilang kontras dengan tren industri otomotif AS, di mana banyak produsen justru mengerem pengembangan EV akibat melemahnya permintaan pasar.
CEO Sony Honda Mobility, Yasuhide Mizuno, mengatakan bahwa perusahaan menargetkan peluncuran model baru berbasis prototipe Afeela untuk konsumen Amerika Serikat paling cepat pada 2028.
Sony Honda Mobility merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara Sony Group dan Honda Motor yang dibentuk pada 2022.
Baca Juga: Hyundai Siap Gunakan Robot Humanoid di Pabrik AS Mulai 2028
“Perusahaan menargetkan pengiriman model baru berbasis Afeela ke pasar AS secepatnya pada 2028,” ujar Mizuno.
Sementara itu, untuk model Afeela 1, mobil listrik pertama Sony Honda Mobility yang diperkenalkan tahun lalu pengiriman awal kepada konsumen di California dijadwalkan mulai akhir tahun ini. Afeela 1 dibanderol dengan harga mulai dari US$ 89.900, menyasar segmen premium di pasar kendaraan listrik.
Peluncuran prototipe ini menjadi pemandangan yang relatif jarang di CES 2026.
Pasalnya, banyak produsen otomotif global, khususnya di Amerika Serikat, tengah menghadapi tantangan berat berupa melemahnya permintaan EV, penerapan tarif impor kendaraan dan suku cadang, hingga pembatalan atau penundaan berbagai proyek mobil listrik.
Sejumlah pabrikan bahkan menghentikan sementara atau sepenuhnya produksi EV mereka.
Kondisi tersebut diperparah oleh perubahan kebijakan pemerintah AS. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, sejumlah kebijakan yang sebelumnya mendukung adopsi kendaraan listrik ditarik kembali, termasuk penghapusan insentif pajak sebesar US$ 7.500 untuk pembelian EV.
Langkah ini dinilai menurunkan minat konsumen terhadap kendaraan listrik di pasar AS.
Baca Juga: Honda Perpanjang Penghentian Produksi di China Akibat Krisis Chip
Meski demikian, Sony Honda Mobility tetap optimistis. Perusahaan ini mengandalkan sinergi antara keunggulan Honda dalam rekayasa dan manufaktur kendaraan dengan kekuatan Sony di bidang perangkat lunak, sensor, hiburan, dan teknologi gim.
Kombinasi tersebut diharapkan mampu menciptakan diferensiasi yang kuat di tengah persaingan ketat industri EV global.
Dengan fokus pada teknologi canggih, pengalaman pengguna, serta integrasi software dan hiburan, Sony Honda Mobility berambisi menjadi pemain penting yang mampu bersaing dengan para produsen kendaraan listrik lainnya, sekaligus menawarkan nilai tambah di luar fungsi mobil sebagai alat transportasi semata.












